
Gerbang Tol Cikampek Utama, pintu masuk arus kendaraan mudik dari Jakarta dan sekitarnya menuju Jawa Barat, Jawa tengah, hingga Jawa Timur. (Jasa Marga)
JawaPos.com - Korlantas Polri mencatat persentase pemudik yang sudah meninggalkan Jakarta via tol sudah mencapai 25 persen hingga Minggu (15/3).
Meski situasi lalu lintas masih terkendali, petugas akan terus bersiaga untuk mengupayakan kelancaran arus.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada kepadatan lalu lintas kendaraan.
Baik arus dari Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa maupun kendaraan yang mengarah ke Bandung dan Sumatera. Semua masih terpantau lancar.
Baca Juga:Diskon Tarif Tol 30 Persen Berlaku Mulai Hari Ini, Cikampek Utama–Kalikangkung Hanya Rp289.450
”Kami laporkan bahwa arus lalu lintas saat ini cukup terkendali. Jadi, belum nampak kepadatan. Namun demikian yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta. Baik yang menuju ke Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera,” ucap Agus.
Laporan yang diterima oleh Agus juga menyebutkan bahwa tingkat fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun sebanyak 45 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Menurut dia, itu menjadi catatan yang positif mengingat segala bentuk persiapan telah dilakukan sejak jauh hari.
”Tetapi, yang paling penting, saya sampaikan bahwa fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen. Jadi, fatalitas korban turun 45 persen,” kata dia.
Jenderal bintang dua Polri itu menyatakan, kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas selama periode mudik terbukti efektif untuk memberi ruang bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang.
pembatasan kendataan angkutan barang itu membuat arus lalu lintas mengalir dengan lebih lancar.
”Apabila masih ada kendaraan sumbu tiga melintasi tol, karena ini bagian daripada komitmen bersama, bagaimana kami memerintahkan untuk ditindak,” ucap dia.
Sampai hari ini (16/3), Korlantas Polri sudah menyiapkan berbagai langkah antisipatif melalui manajemen rekayasa lalu lintas berdasar data traffic counting yang dipantau secara real time.
Khusus angkutan lebaran lewat terminal, stasiun, dan bandara, dia juga memastikan bahwa semua masih terkendali.
