
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut buka suara atas peristiwa memilukan yang terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut buka suara atas peristiwa memilukan yang terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), belakangan ini. Menurut dia, tidak seharusnya anak sekolah bunuh diri. Apalagi dengan alasan tidak mampu membeli alat tulis seperti buku dan pena.
Menurut pejabat yang akrab dipanggil Cak Imin itu, peristiwa yang terjadi kepada anak berusia 10 tahun itu menjadi cambuk bagi semua pihak. Pemerintah dan masyarakat harus lebih peduli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Jangan sampai peristiwa serupa terulang dan kembali memakan korban anak-anak yang seharusnya menjadi masa depan bangsa.
”Ini harus menjadi cambuk ya, kewaspadaan kita, kehati-hatian kita. Semua membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapapun. Pemerintah juga waspada, masyarakat satu dengan lain harus gotong royong,” kata dia saat ditanyai oleh awak media pada Selasa malam (3/2).
Tidak hanya itu, Cak Imin juga menegaskan bahwa akar persoalan dari peristiwa itu harus dicari. Menurut dia, peristiwa tragis tersebut menunjukkan ada frustasi sosial yang harus ditemukan solusinya. Salah satunya dengan terbuka satu sama lain dan mengedepankan gotong royong di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengalami hal serupa.
”Kita cari akar masalah, akar masalah frustasi sosial itu sudah sejauh mana. Tapi, yang penting keterbukaan, gotong royong. Menjadi cambuk kita untuk terus waspada,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang anak berinisial YBS nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Peristiwa itu menjadi sorotan publik karena YBS meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Dalam surat tersebut, salah seorang pelajar SD di Ngada tersebut menyebut alasan dirinya mengakhiri hidup. Yakni karena ingin membeli buku dan pena seharga Rp 10 ribu.
MGT selaku ibu YBS tidak memiliki cukup uang untuk membelikan anaknya buku dan pena. Sebab, kini MGT menjadi orang tua tunggal. Pekerjaannya juga hanya petani dan buruh serabutan. Di saat yang bersamaan, dia harus menafkahi 5 orng anak. Tak pelak, kabar yang datang dari Ngada tersebut menjadi atensi publik secara luas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022