
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira
JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyoroti maraknya aksi teror yang belakangan menimpa aktivis dan masyarakat sipil yang bersuara kritis terhadap pemerintah. Ia menilai, fenomena tersebut sebagai sinyal serius kemunduran demokrasi di Indonesia.
Menurut Andreas, tindakan teror tersebut telah merampas kebebasan warga negara untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat. Padahal, kebebasan berpendapat merupakan salah satu pilar utama demokrasi yang seharusnya dijaga dan dilindungi oleh negara.
“Ini menunjukkan bahwa peradaban demokrasi kita sedang mengalami kemunduran,” kata Andreas kepada wartawan, Jumat (2/12).
Ia menegaskan, praktik intimidasi dan teror terhadap warga negara justru bertentangan dengan narasi demokrasi yang selama ini kerap digaungkan oleh negara. Menurutnya, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi hak-hak warganya, bukan membiarkan mereka hidup dalam ketakutan.
"Bukan membiarkan teror terhadap warga negara,” ujarnya.
Legislator Fraksi PDIP ini juga menyinggung wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah di tengah situasi tersebut. Ia menilai, munculnya gagasan Pilkada tidak langsung melalui DPRD berpotensi semakin mempersempit ruang partisipasi rakyat.
“Di lain pihak hak rakyat untuk menentukan kepala daerah juga mau diambil,” ucapnya.
Lebih jauh, Andreas mempertanyakan langkah konkret pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mengusut rentetan kasus teror tersebut. Ia menilai lambannya penanganan justru memunculkan kesan adanya pembiaran.
Ia bahkan menduga, pembiaran tersebut dapat menciptakan efek jera dan ketakutan di tengah masyarakat agar tidak lagi menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Supaya tidak ada kritik dari masyarakat terhadap pemerintah,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah aktivis dan influencer dilaporkan mendapat ancaman teror di penghujung tahun 2025. Influencer Aceh, DJ Donny, mengaku menerima kiriman bangkai ayam disertai surat ancaman. Tak hanya itu, rumahnya juga sempat dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.
Selain itu, aktivis perempuan Sherly Annavita juga melaporkan adanya kiriman telur busuk serta aksi vandalisme terhadap mobil pribadinya.
Teror serupa dialami Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, yang rumahnya dikirimi bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman. Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan dengan aktivitas advokasinya di Greenpeace, khususnya kritik terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani bencana ekologis di Sumatera.
Rentetan peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap jaminan kebebasan sipil dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
