
Akses jalan dari dan menuju Aceh Tamiang dari wilayah Medan, Sumut, sudah mulai terbuka pada Selasa (2/12). Besok (3/12) BNPB menarget jalur tersebut sudah beroperasi 100 persen. (BNPB)
JawaPos.com - Sampai hari ini sudah 930 korban meninggal dunia pasca bencana alam melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Tidak kurang dari 270 orang berstatus hilang. Bencana dahsyat yang terjadi di Aceh dan sebagian Sumatera itu disebut lebih besar dari Tsunami 2004 silam.
Hal itu disampaikan oleh beberapa punggawa yang tergabung dalam Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias. Pasca tsunami memporak-poranda Aceh dan Nias 21 tahun lalu, Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) yang kala itu bertugas sebagai presiden membentuk BRR Aceh-Nias.
Bila melihat data korban, tsunami 2004 memang jauh lebih tinggi. Namun, cakupan wilayah yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-sebagian Sumatera akhir tahun ini sangat amat luas. Meliputi 3 provinsi dan terasa dampaknya sampai ke 52 kabupaten-kota.
Jika diuraikan lebih detail lagi, ada ribuan desa yang terdampak. Kondisi semakin buruk lantaran bencana alam itu memutus akses distribusi bantuan, logistik, hingga bahan bakar. Bahkan turut merusak fasilitas-fasilitas vital seperti rumah sakit di Aceh Tamiang dan jaringan listrik serta komunikasi.
Mantan Direktur Hubungan Luar Negeri dan Donor Darah BRR Aceh-Nias Heru Prasetyo menyampaikan bahwa yang saat ini dihadapi bukan sekedar bencana alam, melainkan bencana lingkungan hidup yang skalanya sangat luas. Bahkan dia sebut lebih dari tsunami 2004.
”Pemulihan Aceh pasca tsunami memang pekerjaan besar. Tapi, bencana Sumatera lebih dalam daripada tsunami,” kata dia saat menyampaikan pandangan dalam Sarasehan Daring Pemulihan Andalas dengan tajuk Pembelajaran dari Aceh-Nias: Rekoleksi Pengetahuan, yang dikutip pada Selasa (8/12).
Dalam dialog tersebut, mantan Deputi Kelembagaan dan SDM BRR Aceh-Nias Sudirman Said mengakui bahwa bila dilihat dari luas area yang terdampak bencana alam Aceh-sebagian Sumatera saat ini sudah jauh melampaui area terdampak bencana saat tsunami terjadi.
”Ditinjau dari luas landaannya, maka bencana Sumatera 2025 ini sudah melampaui tsunami 2004. Kalau di-impose, wilayah landaan bencana Sumatera luasannya setara dengan pulau Jawa-Madura-Bali,” terang dia.
Sebagai salah seorang pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Sudirman tegas menyatakan bahwa yang harus didulukan saat ini adalah kemanusiaan. Urusan kemanusiaan di atas segalanya. Apalagi yang menyangkut nyawa dan keselamatan korban terdampak bencana. Itu yang menjadi asas PMI.
”Nyawa manusia atau kemanusian harus diutamakan ketimbang kepentingan politik,” imbuhnya.
Selain Heru Prasetyo dan Sudirman Said, memberapa nama eks punggawa BRR Aceh-Nias juga turut serta menyampaikan pandangan dan saran yang diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pemulihan Aceh, Sumut, dan Sumbar pasca diterjang bencana alam dahsyat tahun ini. Di antaranya William Sabandar, Amin Subekti, dan Nannie Hudawati.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
