
Febrianti, 25 tahun, Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, saat mengantarkan MBG di Pulau Kelapa Dua, Kamis (4/12)/(Foto: Dery Ridwansyah/Jawapos.com).
JawaPos.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa Yayasan Nur Cahaya Lestari mulai menyiapkan rencana untuk menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok bahan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi warga setempat sekaligus mengurangi ketergantungan distribusi dari Jakarta.
Kepala SPPG Pulau Kelapa, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa rencana tersebut masih memerlukan pembahasan bersama mitra terkait.
“Untuk penggunaan UMKM ini kan juga saya harus koordinasi juga dengan mitra. Untuk penggunaan ini kan sebisa mungkin seperti yang saya katakan tadilah, per dua minggu itu saja kita mengelola buat bahan baku saja Rp300 jutaan. Sayang kalau kiranya duit ini selalu kita kirim ke Jakarta lagi,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (4/12).
Menurut dia, penggunaan bahan baku lokal merupakan prioritas, namun ketersediaannya masih terbatas.
“Sementara kan SPPG ini kan sebisa mungkin kita pakai bahan-bahan yang sekitar kita. Tapi balik lagi, untuk pemenuhan kebutuhan UMKM di Kepulauan Seribu ini, terkhususnya di Pulau Kelapa ini, bisa dibilang nggak ada,” jelasnya.
Meski begitu, ia telah menemukan satu pelaku usaha yang berpotensi dilibatkan dalam pemenuhan menu harian MBG.
“Kemarin saya ada ketemu satu orang yang memang udah biasa katanya buat bikin seperti donat, roti-roti, kayak kue bolu juga. Memang yang udah biasa bikin porsi gede juga. Dan kata dia sih dia memang menyanggupi juga untuk pemenuhan porsi-porsi yang saya minta,” ungkapnya.
Meski demikian, Rasyid menegaskan bahwa keputusan akhir tetap menunggu persetujuan dari mitra penyelenggara. Dengan upaya ini, diharapkan pelaksanaan MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
“Nah, itu nanti tergantung bagaimana koordinasi dengan mitra. Kalau mitra setuju dengan penggunaan UMKM ini, karena ini kan juga bentuk membantu orang lain jugalah, agar perputaran ekonomi, perputaran uang itu masih ada di pulau ini,” pungkasnya.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
