Gedung DPR-MPR (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com–DPR RI memiliki sejumlah instrumen untuk mendukung kinerja. Salah satunya panitia kerja (panja), unit kerja sementara yang di bentuk secara internal oleh alat kelengkapan DPR untuk mengefisienkan kinerja dalam menangani suatu masalah spesifik.
Sekjen Laskar Merah Putih Abdul Rahman Thaha menyebut, DPR RI punya hak untuk membentuk panja sesuai peraturan DPR tentang tata tertib. Namun dia mempertanyakan rencana komisi III DPR RI membentuk panja Reformasi Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan.
”Panja ini seharusnya untuk masalah spesifik. Jika kejaksaan masuk dalam suatu panja, Ada apa sebenarnya. Apakah ada yang sangat spesifik,” tanya Abdul Rahman Thaha.
Sejauh ini menurut dia, sepak terjang kinerja institusi kejaksaan luar biasa. Bahkan sangat luar biasa. ”Apa lagi yang harus dipanjakan institusi kejaksaan,” tandas Abdul Rahman Thaha.
Dia mengatakan, kalau berbicara ada oknum dalam institusi kejaksaan yang masih bermain atau mem-backup kasus hukum, sejauh ini sudah diselesaikan secara internal. ”Saya melihat Jaksa Agung Burhanuddin tidak segang-segang langsung mencopot oknum tersebut,” papar Abdul Rahman Thaha.
Dia meyakini, masyarakat mendukung kinerja institusi kejaksaan. Jajaran kejaksaan getol mengejar para koruptor. Bahkan menyelematkan keuangan negara yang sangat fantastis dan menjadi catatan sejarah dengan jumlah triliunan rupiah.
”Itu baru dari sektor Perkebunan. Belum lagi dari sektor pertambangan. Kejaksaan mengejar denda uang pengganti penertiban kawasan hutan,” tutur Abdul Rahman Thaha.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo telah membentuk Komisi Reformasi Polri karena sesuatu yang spesifik. Sehingga wajar dibentuk Panja oleh Komisi III DPR RI.
”Bukan rahasia apa yang terjadi di institusi Polri yang kita cintai ini,” ungkap Abdul Rahman Thaha.
Sehingga menurut dia, ada masukan masyarakat melalui Panja Komisi III DPR RI dapat menjadi rekomendasi untuk diteruskan ke Komisi Reformasi Polri.
”Saya tidak habis pikir jika kejaksaan dimasukkan panja. Ini berpotensi menganggu kinerja kejaksaan yang saat ini fokus memberantas korupsi. Ini membuat mental para jaksa bisa merosot dan seperti tidak dihargai,” ucap Abdul Rahman Thaha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
