
Ilustrasi perceraian (freepik)
JawaPos.com - Kasus perceraian di Indonesia tergolong memprihatinkan. Jumlahnya hampir setengah juta kasus dalam satu tahun. Beberapa pemicunya,kurangnya edukasi tentang perkawinan atau membina keluarga dan sulitnya mengelola masalah dalam berkeluarga bagi pasangan keluarga.
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rohmad sangat prihatin tingginya kasus perceraian ini. Buktinya sepanjang 2024, angka perceraian tercatat lebih dari 400 ribu pasangan. Angka itu tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya dengan kisaran 400 ribu kasus perceraian.
"Kami ingin menciptakan ketahanan keluarga," kata Abu Rohmad dalam konferensi pers The Wonder of Harmony di Jakarta pada Rabu (5/11).
Abu menuturkan, salah satu upaya mencegah terjadinya perceraian, para calon pasangan pengantin harus memahami tentang ketahanan keluarga. Pemerintah hadir dalam upaya ketahanan keluarga itu dengan bimbingan perkawinan (bimwin). Bimwin diberikan tidak hanya untuk pasangan yang akan menikah di KUA, tetapi juga di kalangan mahasiswa.
Menurut Abu, untuk menciptakan keluarga yang kuat, Kemenag harus memperluas pelaksanaan bimwin. Tidak hanya untuk calon pengantin (catin) saja, melainkan juga untuk masyarakat usia menikah. "Para mahasiswa atau mahasiswi ini kan sudah masuk usia nikah. Usia minimal menaikan kan 19 tahun," jelasnya.
Meskipun mahasiswa itu fokusnya belajar dan belum akan menikah, tetap perlu mendapatkan edukasi tentang perkawinan atau membina keluarga. Materinya akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa itu sendiri. "Materinya tentu tidak seperti mahasiswa yang kuliah di program syariah kaluarga," katanya.
Dalam rangkaian The Wonder of Harmony nanti, bimwin untuk mahasiswa akan dilaksanakan di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 11 November depan. Materi yang disampaikan di antaranya tentang syarat dan rukun nikah. "Termasuk juga siapa yang jadi wali dan saksinya," katanya.
Kemudian soal kesehatan reproduksi, kesiapan mental untuk membangun keluarga, mengelola keuangan dalam berkeluarga, dan mengelola masalah dalam berkeluarga.
Abu menegaskan menikah itu bukan sesuatu yang berat atau menakutkan. Sepanjang dilandasi dengan ilmu dan kesiapan seluruh aspeknya. "Dunia ini terlalu berat untuk ditanggung sendirian. Ditanggung berdua saja juga masih berat. Begitu yang sering disampaikan Pak Menteri Agama," tandasnya.
Dia mengajak masyarakat yang sudah memenuhi syarat usia dan siap membangun keluarga untuk segera menikah. Sehingga bisa mengatasi masalah menurunnya angka pencatatan nikah resmi di KUA yang muncul dalam beberapa waktu terakhir. (wan)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022