
Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana dalam diagol Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah situasi Gaza, Palestina yang membutuhkan bantuan untuk memulihkan diri, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu mandat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengirim pasukan ke Gaza.
Hikmahanto menyampaikan hal itu saat mengisi dialog bertajuk Keamanan Nasional Indonesia dalam Dinamika Tantangan Global yang diselenggarakan oleh Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) di Jakarta pada Senin (3/11). Menurut dia, Indonesia bisa langsung mengirim Pasukan Stabilitas Internasional atau International Stabilization Force (ISF) ke Gaza.
”Bapak, ibu sekalian, yang kita juga harus lihat rencana dari masyarakat internasional untuk menghadirkan pasukan ISF (ke Gaza). Banyak yang mengatakan kita harus mendapatkan mandat dari PBB. Saya berpandangan bahwa kita tidak perlu mendapatkan mandat dari PBB, karena ISF itu tidak dalam skema yang dibuat oleh PBB,” kata dia.
Menurut Hikmahanto, ISF sama dengan coalition of the willing di antara negara-negara yang ingin memberikan bantuan. Seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, saat ini TNI sudah menyiapkan diri untuk bertolak ke Gaza. Dia menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sudah tegas menyatakan bahwa Indonesia harus berperan menghapuskan penjajahan.
”Oleh karena itu, wajar dan ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar kita, bahwa kita harus menghapuskan yang namanya penjajahan di muka bumi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyampaikan bahwa Staf Operasi Luar Negeri (Sops) TNI sedang menyiapkan langkah-langkah awal sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.
”Proses pengiriman pasukan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena harus melalui mekanisme dan prosedur internasional, termasuk koordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta memastikan kesiapan dari aspek personel, logistik, dan mandat misi,” kata Frega pada Senin (27/10).
Jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan bahwa secara prinsip, TNI selalu siap melaksanakan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi pemeliharaan perdamaian dunia. Itu sesuai amanat undang-undang (UU) dan kebijakan presiden selaku panglima tertinggi TNI.
”Namun, pelaksanaannya menunggu keputusan politik dan mandat resmi dari PBB dan atau resolusi PBB yang relevan. Proses itu akan mengikuti mekanisme kerja sama multilateral bersama PBB dan negara-negara terkait,” jelasnya.
Menurut Frega, arahan yang sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam perdamaian dan kemanusiaan internasional sesuai amanah konstitusi. Arahan presiden, lanjut dia. menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk berkontribusi dalam mekanisme PBB.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022