Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16.45 WIB

Viral Tayangan Santri Ngesot dan Kiai Terima Amplop, Menag Nasaruddin Bertolak ke Jatim Silaturahmi ke Sejumlah Pesantren

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan komentar terkait video Trans7 yang tendensius terhadap santri dan kiai di Jakarta (15/10). (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan komentar terkait video Trans7 yang tendensius terhadap santri dan kiai di Jakarta (15/10). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di tengah polemik video santri ngesot dan kiai terima amplop yang tayang di Trans7, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertolak ke Jawa Timur. Rencananya dia akan berkunjung ke sejumlah pesantren besar di sana. 

Agenda utama Nasaruddin itu adalah bersilaturahmi dengan pengasuh pesantren sekaligus para santri. Kemenag menegaskan pesantren mempunyai peran besar, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Khususnya peran dalam membentuk manusia Indonesia yang beradab serta berilmu.

Kunjungan Nasaruddin ke sejumlah pesantren itu dilakukan di tengah polemik video viral yang menggambarkan budaya santri bertemu kiai sambil ngesot. Kemudian kiai menerima uang dan keluar dari mobil mewah. Disertai dengan narator yang membawakan narasi tendensius.

Sebelum bertolak ke Jawa Timur, Nasaruddin memberikan keterangan pers kepada wartawan. Dia menegaskan kaget sekaligus prihatin atas tayangan itu. Nasaruddin menegaskan media jangan mengusik pesantren yang selama ini sudah terbukti membentuk adab masyarakat Indonesia. Di sisi lain banyak pihak yang tidak beradab, dan seharusnya yang dikritik oleh media.

Nasaruddin meminta semua pihak untuk menjaga marwah pondok pesantren dan menghindari narasi yang bersifat stigma. Dia menegaskan, pesantren telah berabad-abad menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.

Dia menegaskan, pesantren adalah benteng moral bangsa yang telah melahirkan generasi ulama, pemimpin, dan tokoh nasional. Nasaruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk memahami pesantren secara utuh dan kultural.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan. Mari bersama menjaga marwahnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas tayangan salah satu program Trans7 yang dinilai menyinggung kehidupan santri. Tayangan itu memuat narasi satir, di antaranya menyebut bahwa santri minum susu saja harus jongkok. Potongan tayangan tersebut menuai kritik luas karena dianggap melecehkan tradisi kesantunan pesantren dan merendahkan penghormatan santri kepada kiai.

Gelombang protes datang dari masyarakat dan komunitas pesantren, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo, yang mendesak pihak stasiun televisi menarik tayangan, menyampaikan permintaan maaf terbuka. Serta melakukan klarifikasi langsung kepada para pengasuh pesantren. Pihak Trans7 juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan kepada para Kiai Pesantren Lirboyo. 

Menrut Nasaruddin, tradisi memaafkan yang kuat dalam budaya pesantren. Menag yakin para kiai dan santri juga akan memaafkan. “Ya, saya kira itu yang sangat penting buat kita. Mudah-mudahan ini pembelajaran buat kita semuanya,” ungkapnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore