Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 01.09 WIB

Sebelum Mahasiswa Unnes ini Meninggal usai Demo, Ibunya Dengar Anaknya Mengingau: Ampun Pak, Jangan Pukul Saya Lagi

Iko Juliant Junior, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meninggal usai mengikuti aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8). (istimewa) - Image

Iko Juliant Junior, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meninggal usai mengikuti aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8). (istimewa)

JawaPos.com - Kisah pedih menyayat hati dirasakan keluarga Iko Juliant Junior, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang meninggal usai mengikuti aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8) lalu.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (31/8), ibunda Iko sempat mendengar putranya mengigau, "Ampun, Pak, tolong, Pak, jangan pukul saya lagi," saat dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang.

Iko, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024 asal Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, sempat menjalani operasi akibat kerusakan limpa dan pendarahan hebat.

Namun nyawanya tak tertolong dan ia meninggal dunia pada Minggu (31/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Kabar sakit hingga kritisnya Iko pertama kali disampaikan oleh temannya sehari setelah ia pamit kepada ibunya dengan alasan hendak ke kampus.

Penyebab pasti luka yang dialami Iko masih menyisakan tanda tanya. Jenazahnya sudah dimakamkan pada Senin (1/9), meski dari foto sebelum pemakaman terlihat ada luka sobek di bibir.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya kecelakaan, namun lokasi kejadian berbeda antara laporan kepolisian dan cerita yang berkembang di masyarakat. Bahkan, pihak rumah sakit menyebut Iko diantar menggunakan kendaraan Brimob, sementara motornya masih berada di Polda Jawa Tengah.

Situasi ini menimbulkan spekulasi luas di tengah publik, apalagi Iko sempat mengigau meminta tolong agar tidak dipukul lagi. Dugaan keterkaitannya dengan aksi demonstrasi di depan Polda Jateng pun makin menguat.

Namun, hingga kini pihak kepolisian belum memberi keterangan detail dan menegaskan masih melakukan penyelidikan. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, meminta keluarga atau perwakilan Iko segera melaporkan secara resmi agar proses investigasi bisa dilakukan.

"Segera keluarganya atau utusannya merapat ke Polrestabes Semarang atau ke Mapolda untuk informasikan secara resmi kejadian tersebut guna menyelidiki atas informasi tersebut," ujarnya, seperti dikutip dari Radar Semarang (Jawa Pos Grup), Selasa (2/9).

Ia menyatakan bahwa pihaknya mesti melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian mahasiswa Unnes tersebut. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore