Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 18.13 WIB

Diaspora Salsa Erwina Hutagalung Tantang Crazy Rich Priok Ahmad Sahroni Debat Terbuka Usai Sebut Seruan Bubarkan DPR Tolol Sedunia

Salsa Erwina Hutagalung, Influencer Muda yang Viral Setelah Tantang Debat Ahmad Sahroni (Kolase Instagram) - Image

Salsa Erwina Hutagalung, Influencer Muda yang Viral Setelah Tantang Debat Ahmad Sahroni (Kolase Instagram)

JawaPos.com - Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai tindakan 'paling tolol sedunia' menuai reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung, yang menantang Sahroni untuk melakukan debat terbuka di hadapan publik.

Salsa, yang pernah mewakili Indonesia dalam Lomba Debat Dunia di Berlin pada 2012 dan berhasil menembus babak perempat final, menilai ucapan Sahroni tersebut bukan hanya merendahkan masyarakat, tetapi juga menunjukkan sikap arogan seorang pejabat publik. 

“Aku mewakili Indonesia dan masuk sampai quarter final di Lomba Debat Dunia di Berlin tahun 2012. Jadi, saat kamu ngatain kita tolol, aku kasih kamu bukti ya. Kita lihat siapa yang sebenarnya bener-bener tolol di sini,” kata Salsa dalam media sosial Instagram, Kamis (28/8).

Menurut Salsa, Sahroni seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Indonesia yang mengutamakan solidaritas, kesejahteraan, dan persatuan, alih-alih justru mempertahankan privilese yang jauh dari kepentingan rakyat. 

“Adat-istiadat apa yang kamu bela? Maling, uang rakyat, korupsi, janji-janji palsu. Itu tidak mewakili masyarakat Indonesia lagi. Itu mewakili kamu, partaimu, dan kepentinganmu,” tegasnya.

Salsa menyinggung gaya hidup mewah Sahroni yang kerap dipamerkan di media sosial. Ia mempertanyakan alasan anggota dewan yang disebut-sebut sebagai 'crazy rich Tanjung Priok' itu masih bernafsu mempertahankan tunjangan dari pajak rakyat. 

“Kalau beneran kaya dan udah kaya, kenapa masih maruk mau mempertahankan tunjangan dari pajak hasil kerja rakyat Indonesia yang bekerja dengan sangat keras?” ujarnya.

Dalam tantangannya, Salsa mengajukan format debat dengan topik utama, apakah tunjangan DPR benar-benar berkontribusi terhadap kesejahteraan rakyat atau tidak. Ia pun menegaskan, siap menerima kekalahan dengan lapang dada jika argumen Sahroni terbukti lebih kuat. 

“Kalau kamu kalah, gagalkan tunjangan DPR. Kalau aku yang kalah dengan legowo, aku akan support kamu untuk dapat tunjangan itu. Gimana? Berani nggak? Ditonton tuh sama seluruh masyarakat kamu,” ucapnya.

Salsa juga mengingatkan Sahroni untuk belajar dari sejarah, termasuk Revolusi Prancis abad ke-18 maupun peristiwa Reformasi 1998 di Indonesia, yang menunjukkan bahwa kekuasaan yang gagal menyejahterakan rakyat pada akhirnya akan runtuh. 

“Lihat tuh, diktator 32 tahun (Soeharto) jatuh di tangan masyarakat. Karena apa? Gagal mensejahterakan, petantang-petenteng lagi di dalam sekeluarga,” kritiknya.

Ia menambahkan, jika Sahroni benar-benar gentleman, seharusnya menerima tantangan tersebut di hadapan juri debat independen yang profesional, bukan dari lingkaran pertemanannya sendiri. 

Ahmad Sahroni, jawab ya tantangan debat dari aku. Kapan? Kasih tahu. Kita jalankan, kita laksanakan. Banyak juri-juri debat yang profesional. Jangan ambil dari teman-teman kamu lagi. Nggak punya empati mereka semua soalnya,” imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore