Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 21.54 WIB

Demo 25 Agustus di depan gedung DPR RI Diwarnai Kericuhan

Bentrokan massa mewarnai aksi demo 25 Agustus di depan gedung DPR RI, Senin (25/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Bentrokan massa mewarnai aksi demo 25 Agustus di depan gedung DPR RI, Senin (25/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bentrokan massa sempat mewarnai aksi demo 25 Agustus di depan gedung DPR RI. Bentrokan antara massa aksi dengan aparat kepolisian terjadi di Jl Gatot Subroto, tepatnya di dekat fly over Senayan.

Bentrokan dipicu ketika massa aksi menghalangi aparat kepolisian yang hendak melintas di jalan Gerbang Pemuda menuju arah GBK. Aparat pun naik pitam hingga menyebabkan bentrok. 

Tak hanya itu, massa aksi juga melampiaskan kekesalan kepada petugas kepolisian yang berboncengan motor sambil menenteng senapan gas air mata. 

Petugas dilempar botol, cone hingga di tendangi. Sejumlah petugas dan massa aksi pun ada yang mencoba melerai. Bentrokan yang terjadi sekitar 5 menit itu pun akhirnya berhenti. 

Diketahui, ribuan aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (25/8). Polisi mengklaim pengamanan dilakukan tanpa senjata api dan mengedepankan pendekatan persuasif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 1.250 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI diturunkan di lokasi aksi.

"Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik," ujar Susatyo, Senin (25/8).

Susatyo mengatakan, seluruh perwira telah mengikuti Tactical Wall Game (TWG) dan apel gabungan pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini untuk menyamakan persepsi soal peta kerawanan dan strategi pengamanan yang humanis.

Polisi juga meminta massa aksi tetap menjaga ketertiban. Aksi dilarang merusak fasilitas umum, membakar ban, atau menutup akses jalan.

"Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," tambahnya.

Selain itu, Susatyo juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

"Jangan terprovokasi oleh berita negatif. Bijaklah dalam menerima informasi dan tetap jaga persatuan," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore