Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 05.41 WIB

Kritik Tajam Cucu Bung Hatta untuk Pemerintah, Gustika Jusuf: Negara Dipimpin Penjahat HAM dengan Wakil Anak Haram Konstitusi

Gustika Jusuf Hatta menggunakan kebaya hitam dipadukan batik slobog dalam unggahan pada akun Instagram, pada momen perayaan HUT ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8). - Image

Gustika Jusuf Hatta menggunakan kebaya hitam dipadukan batik slobog dalam unggahan pada akun Instagram, pada momen perayaan HUT ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta, Minggu (17/8).

JawaPos.com - Unggahan Gustika Jusuf pada akun Instagram mendadak viral setelah melontarkan kritik tajam, pada momen perayaan HUT ke-80 RI, Minggu (17/8). Dalam unggahannya, Gustika yang mengenakan batik slobog berwarna hitam hadir dalam Upacara Detik-detik Peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Istana Negara, Jakarta.

Gustika yang tampil anggun menggunakan kebaya hitam dipadukan batik slobog khas budaya Jawa itu menggambarkan negara dalam suasana duka. Menurutnya, pakaian tersebut biasa digunakan dalam acara pemakaman.

"Walau bukan Kamisan, pagi ini aku memilih kebaya hitam yang sengaja kupadukan dengan batik slobog untuk memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia," kata Gustika dalam akun media sosial Instagram, dikutip Rabu (20/8).

"Dalam budaya Jawa, kain bukan sekadar busana, melainkan sebuah isyarat, sebagaimana masyarakat Jawa kerap menyisipkan simbol dalam berpakaian. Motif slobog biasa dikenakan pada suasana duka: "slobog" berarti longgar atau terbuka, melambangkan pelepasan dan pengantaran. Ia biasa dipakai keluarga dalam prosesi pemakaman sebagai simbol merelakan sekaligus mendoakan jalan yang lapang," sambungnya.

Gustika ternyata bukan orang sembarangan, ia merupakan cucu dari Wakil Presiden (Wapres) pertama RI Mohammad Hatta. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tahun ini penuh dengan keprihatinan. Ia turut menyinggung luka para aktivis hak asasi manusia (HAM) yang belum terselesaikan.

Gustika melontarkan kritik tajam terkait latar belakang kepala pemerintahan saat ini. Menurutnya, negara saat ini dipimpin penjahat HAM dan anak haram konstitusi.

"Kini kita dipimpin oleh seorang Presiden penculik dan penjahat HAM, dengan Wakil anak haram konstitusi," ujarnya.

Gustika yang juga aktif pada isu-isu HAM itu menyebut, nuansa militerisasi saat ini semakin masuk ke ruang sipil, dan hak-hak asasi rakyat Indonesia kerap dilucuti oleh penguasa yang tidak memiliki empati. Bahkan, terdapat propaganda untuk memutihkan dosa-dosa lewat penulisan ulang sejarah.

Karena itu, Gustika menyatakan dirinya merasa prihatin atas situasi negara yang terjadi belakangan ini.

"Jujur tidak sampai hati merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-80 tanpa rasa iba, dengan peristiwa demi peristiwa yang mengkhianati nilai kemanusiaan yang datang bertubi-tubi, seperti kekerasan aparat yang baru saja mengorbankan jiwa di Pati minggu ini," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore