Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 17.38 WIB

Marsma Fajar Adriyanto Gugur dalam Insiden Jatuhnya Pesawat di Bogor, Komisi I DPR Kenang Sosoknya yang Tegas Hadapi Pelanggaran Wilayah Udara

Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto semasa hidup saat sedang menerbangkan Pesawat Tempur F16. (Instagram @fajar_f16). - Image

Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto semasa hidup saat sedang menerbangkan Pesawat Tempur F16. (Instagram @fajar_f16).

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Marsekal Pertama Fajar Adriyanto yang gugur dalam insiden kecelakaan pesawat latih di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8).

Ia menyebut kepergian Marsma Fajar Adriyanto sebagai kehilangan besar bagi dunia pertahanan udara nasional.

"Secara pribadi maupun atas nama Komisi I DPR, kami sampaikan turut berduka cita atas wafatnya Marsma Fajar Adriyanto. Belasungkawa juga kami haturkan bagi keluarga almarhum dan keluarga besar TNI, khususnya TNI AU," kata Nico Siahaan kepada wartawan, Senin (4/8).

Menurut dia, Fajar merupakan sosok berdedikasi tinggi di bidang pertahanan udara. Salah satu kontribusi penting almarhum yang dikenang ialah perannya dalam Insiden Bawean tahun 2003, ketika dua jet tempur F/A-18 Hornet milik Amerika Serikat masuk tanpa izin ke wilayah udara Indonesia.

"Beliau adalah tokoh penting dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing saat insiden Bawean. Itu menunjukkan dedikasi dan ketegasan beliau dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia," tegas Nico.

Selain berdedikasi dalam pertahanan, Fajar juga dikenal luas di dunia penerangan militer. Ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), ia menjadi jembatan penting antara institusi militer dengan publik dan media massa.

"Beliau dikenal sebagai sosok yang ramah dan lucu di kalangan jurnalis, termasuk di lingkungan Komisi I DPR. Kami sangat kehilangan," ujar Nico mengenang.

Nico juga menyebut, wafatnya Fajar menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan TNI AU, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Kepergian Marsma Fajar bukan hanya kehilangan bagi keluarga almarhum dan TNI AU, tapi juga Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jasa beliau besar bagi NKRI,” ucapnya.

Fajar diketahui mengemudikan pesawat latih jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126, yang jatuh pada Minggu (3/8) pagi.

Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pukul 09.08 WIB dalam rangka latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. 

Dalam kecelakaan tersebut, Marsma Fajar meninggal dunia, sementara kopilot Roni mengalami luka berat dan kini tengah dirawat intensif.

Terkait insiden tersebut, TNI AU menyatakan pesawat milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu dalam kondisi baik saat mengudara. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore