
Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto semasa hidup saat sedang menerbangkan Pesawat Tempur F16. (Instagram @fajar_f16).
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Marsekal Pertama Fajar Adriyanto yang gugur dalam insiden kecelakaan pesawat latih di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8).
Ia menyebut kepergian Marsma Fajar Adriyanto sebagai kehilangan besar bagi dunia pertahanan udara nasional.
"Secara pribadi maupun atas nama Komisi I DPR, kami sampaikan turut berduka cita atas wafatnya Marsma Fajar Adriyanto. Belasungkawa juga kami haturkan bagi keluarga almarhum dan keluarga besar TNI, khususnya TNI AU," kata Nico Siahaan kepada wartawan, Senin (4/8).
Menurut dia, Fajar merupakan sosok berdedikasi tinggi di bidang pertahanan udara. Salah satu kontribusi penting almarhum yang dikenang ialah perannya dalam Insiden Bawean tahun 2003, ketika dua jet tempur F/A-18 Hornet milik Amerika Serikat masuk tanpa izin ke wilayah udara Indonesia.
"Beliau adalah tokoh penting dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing saat insiden Bawean. Itu menunjukkan dedikasi dan ketegasan beliau dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia," tegas Nico.
Selain berdedikasi dalam pertahanan, Fajar juga dikenal luas di dunia penerangan militer. Ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), ia menjadi jembatan penting antara institusi militer dengan publik dan media massa.
"Beliau dikenal sebagai sosok yang ramah dan lucu di kalangan jurnalis, termasuk di lingkungan Komisi I DPR. Kami sangat kehilangan," ujar Nico mengenang.
Nico juga menyebut, wafatnya Fajar menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan TNI AU, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Kepergian Marsma Fajar bukan hanya kehilangan bagi keluarga almarhum dan TNI AU, tapi juga Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jasa beliau besar bagi NKRI,” ucapnya.
Fajar diketahui mengemudikan pesawat latih jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126, yang jatuh pada Minggu (3/8) pagi.
Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, pukul 09.08 WIB dalam rangka latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara.
Dalam kecelakaan tersebut, Marsma Fajar meninggal dunia, sementara kopilot Roni mengalami luka berat dan kini tengah dirawat intensif.
Terkait insiden tersebut, TNI AU menyatakan pesawat milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu dalam kondisi baik saat mengudara. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
