Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 18.49 WIB

Puji Komunikasi Politik Presiden Prabowo Selama Kunjungan 15 Hari ke Luar Negeri, Pengamat: Mampukah Kabinet Ikuti Manuver Presiden?

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung ketibaan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. - Image

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambut langsung ketibaan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan positif atas rangkaian kunjungan luar negeri selama 15 hari terakhir.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menghadiri berbagai forum internasional seperti BRICS, SPIEF di Rusia, serta pertemuan Uni Eropa, yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Pengamat komunikasi politik, Frans Immanuel Saragih, menilai gaya komunikasi politik yang ditunjukkan Prabowo dalam forum-forum tersebut tergolong lihai dan strategis.

Menurut dia, Presiden Prabowo berhasil memainkan catur politik internasional dengan cara yang efektif dan penuh perhitungan.

“Boleh dikatakan Prabowo memainkan catur politik internasional yang sangat lihai. Kita bisa lihat dalam pidato beliau di BRICS, SPIEF hingga Uni Eropa, semuanya mendapatkan sambutan luar biasa. Dan di sela-sela itu, Prabowo juga melakukan pembicaraan bilateral dengan banyak pihak secara cukup intens,” kata Frans kepada wartawan, Kamis (17/7).

Frans menyoroti pidato Prabowo pada forum BRICS sebagai salah satu momen penting. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan niat dan tujuan Indonesia di panggung internasional secara jelas dan terperinci.

Karena itu, sambutan hangat bahkan datang dari Presiden Brasil, Lula da Silva, yang memberikan respons positif, serta menerima ajakan Prabowo untuk datang ke Jakarta pada Oktober mendatang.

“Ini cara elegan di tengah ketegangan dan keseriusan peserta konferensi. Prabowo mampu membuat kepala negara yang hadir tersenyum dan memberikan tepuk tangan yang bersemangat. Artinya, Presiden mampu menyampaikan pesan politik yang jelas dengan cara yang rileks,” ujar Frans.

Sementara dalam forum SPIEF, Prabowo duduk berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sesi dialog publik.

Saat moderator menyinggung isu sensitif terkait Iran dan posisi Rusia, Prabowo disebut mampu merespons dengan tegas namun diplomatis.

“Dengan jelas dan lugas Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menghargai pandangan masing-masing negara. Ia tidak terpancing masuk dalam perdebatan. Ini menunjukkan kepiawaian komunikasi Prabowo yang membuat suasana tetap hangat,” ungkap Frans.

Gaya diplomasi Prabowo yang menekankan negosiasi daripada konflik juga menjadi sorotan. Sebagai mantan tentara, Prabowo berulang kali menegaskan bahwa negosiasi adalah pilihan utama dalam menyelesaikan masalah internasional.

Di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan secara terbuka apresiasi kepada Presiden Prabowo atas peran aktif Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan Uni Eropa.

Menurut Frans, pernyataan dari pucuk pimpinan Uni Eropa ini mencerminkan semakin strategisnya posisi Indonesia di mata negara-negara barat.

“Dari beberapa panggung internasional tersebut, terlihat jelas Presiden Prabowo ingin menampilkan wajah Indonesia yang baru, cekatan, responsif terhadap situasi global, dan siap menjalin kemitraan luas,” ujar Frans.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore