Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 06.15 WIB

42 Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali Telah Dievakuasi, Tim SAR Masih Terkendala Cuaca Ekstrem

Konferensi pers operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hari kedelapan, Rabu (9/7). (Basarnas Surabaya) - Image

Konferensi pers operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hari kedelapan, Rabu (9/7). (Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mencari keberadaan seluruh korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Kamis dini hari (3/7) lalu.

Pada pencarian hari kedelapan, Rabu (9/7), tim SAR gabungan mengevakuasi dua jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kedua korban berjenis kelamin laki-laki.

Jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar di Pantai Pebuahan, Bali, tepatnya kurang lebih 2 km dari bibir pantai pada Rabu (9/7) pukul 07.00 WIB. Ciri-cirinya adalah mengenakan celana biru pendek dan kaos warna hitam.

Tak berselang lama, tim SAR gabungan kembali mendapatkan laporan adanya penemuan jenazah dari masyarakat. Jenazah kedua ini ditemukan nelayan setempat di Pantai Pengambengan, Bali.

"Kami melaporkan penemuan (jenazah) korban pada Rabu (9/7), ditemukan oleh nelayan di Pantai Pengambengan (Bali) pukul 06.00 WITA," tutur Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan, Ribut Eko Suyatno dalam keterangannya, Rabu (9/7)

Ia menyebut kondisi cuaca di selat Bali yang tidak bersahabat masih menjadi kendala pada operasi pencarian hari kedelapan. Mulai dari berawan tebal, angin bertiup kencang 4-25 knots, gelombang tinggi 2,5-4 meter, hingga kecepatan arus permukaan 2,4 m/s.

"SRU underwater yang disupervisi oleh Danguspurla Koarmada II tetap melakukan observasi bawah air, di tengah kondisi cuaca di selat Bali kurang bersahabat," imbuhnya yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator dalam operasi ini.

Sementara itu, dari dua jenazah yang dievakuasi hari ini, satu di antaranya berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi - Biddokkes Polda Jatim. Ia adalah Putu Mertayasa, 43 tahun, warga Buleleng, Bali.

Sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Hingga malam ini, dari 65 orang korban yang tercantum dalam data Manifest KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 42 orang telah dievakuasi.

Rinciannya, 30 korban selamat dan 12 korban meninggal dunia, lalu 23 korban lainnya masih hilang. Tim SAR gabungan pun resmi memperpanjang operasi pencarian hingga Jumat (11/7).

Kronologi singkat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore