
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (17/4). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyoroti pentingnya upaya perlindungan anak dalam industri game tanah air. Hal ini disampaikannya pada forum Indonesian Woman In Game (IWIG) BeautyPlayConnect di Bandung, Sabtu (5/7).
“Kita ingin industri game di Indonesia terus tumbuh secara sehat, tetapi pada saat yang sama, kami juga menerima banyak sekali keluhan dari para orang tua tentang konten-konten yang tidak sesuai untuk anak-anak,” ujar Meutya.
Sebagai wujud keseriusan, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Regulasi ini mewajibkan para penyelenggara sistem elektronik (PSE), termasuk developer dan penerbit game, untuk memberlakukan klasifikasi usia secara ketat dalam setiap kontennya.
“Kami tidak melarang game, tetapi kami menunda akses konten kepada pengguna yang belum cukup usia. Ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat,” tambahnya.
Meutya juga menegaskan bahwa game dengan muatan kekerasan atau tingkat kecanduan tinggi hanya boleh dimainkan oleh pengguna yang telah berusia minimal 16 tahun dengan pendampingan orang tua, dan sepenuhnya mandiri saat berusia 18 tahun ke atas.
Tak hanya itu, politisi dari Partai Golkar ini menyoroti pula urgensi penggunaan sistem rating konten melalui Indonesia Game Rating System (IGRS).
Sistem ini diharapkan menjadi pedoman bagi para orang tua, pengguna game, hingga pelaku industri dalam menentukan kecocokan konten berdasarkan usia dan tahap perkembangan anak.
“IGRS bukan hanya alat bantu untuk orang tua, tapi juga pelindung bagi industri. Dengan menerapkan klasifikasi usia secara jujur, pengembang dan penerbit bisa menghindari risiko pelanggaran hukum,” jelas Meutya.
Selain itu, dia berpendapat dorongan terhadap regulasi yang bertanggung jawab di sektor game kini telah menjadi fenomena global. “Gerakan serupa berlangsung di banyak negara. Indonesia perlu bersiap dengan regulasi yang adil tapi tegas,” tegas dia.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
