Video vlog Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja ke Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 2017. (Youtube)
JawaPos.com - Kapal bertuliskan JKW Mahakam dan Dewi Iriana yang diduga mengangkut tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikait-kaitkan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Spekulasi itu muncul setelah beredarnya gambar kapal tersebut di media sosial.
Merespons isu itu, Jokowi merasa bersyukur jika dirinya disebut memiliki kapal tongkat pengangkut tambang. Menurut dia, isu tersebut merupakan doa agar dirinya menjadi kaya raya.
"Jika ada tulisan JKW, kemudian diartikan milik saya alhamdulillah punya kapal. Nanti ada truk tulisan JKW lagi itu milik Jokowi, alhamdulillah lagi. Nanti ada pesawat ditulis JKW, miliknya Pak Jokowi lagi, kaya raya saya," kata Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (13/6).
Jokowi tidak mempermasalahkan namanya dikaitkan dalam berbagai hal. Namun, ia mengingatkan masyarakat dapat bersikap bijak dalam menyikapi berbagai polemik yang berkembang. Terlebih, pihak pemilik kapal juga sudah memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
"Banyak pihak pakai nama saya, tetapi jangan dibelokkan dan dipelintir," ucap Jokowi.
Saat disinggung soal perizinan tambang nikel Raja Ampat yang terbit sejak era kepemimpinannya pada 2017 lalu, Jokowi menyebut jika hal tersebut sangat teknis.
Namun, Jokowi memastikan mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyabut izin tambang tersebut, karena mengganggu lingkungan alam di Raja Ampat.
"Itu sudah diberikan izin sejak lama, perpanjangan di kementerian, masalah teknis. Kalau mengganggu lingkungan memang kalau perlu distop, kalau dicabut ya dicabut," urainya.
Sementara, PT IMC Pelita Logistik yang merupakan pemilik dari kapal bertuliskan JKW Mahakam dan Dewi Iriana, mengaku pihaknya adalah perusahaan jasa logistik laut yang operasionalnya di bidang angkutan barang curah, khususnya produk mineral.
Aktivitas bisnisnya adalah penyewaan kapal kepada berbagai klien di seluruh Indonesia, menggunakan kontrak kerja yang tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Perseroan ingin menegaskan bahwa tidak memiliki afiliasi, kepemilikan, atau keterlibatan dalam aktivitas pertambangan, termasuk yang berada di wilayah Raja Ampat,” tulis pernyataan resmi PT IMC Pelita Logistik, Rabu (11/6).
Terkait penamaan kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, pihak perusahaan menyatakan bahwa proses penamaan tersebut dilakukan secara internal. Tidak merujuk pada tokoh publik mana pun, termasuk Jokowi dan Iriana.
“Pemberian nama JKW Mahakam karena sebagian kapal tug boat dioperasikan di Kalimantan Timur melintasi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur,” tulis pihak manajemen.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
