
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, menyatakan dirinya siap menanggung seluruh biaya makan dan pendidikan sehari-hari anak dari para korban longsor tambang galian C di Gunung Kuda, Cirebon, Jabar. Menurutnya, upaya itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab negara atas kelalaian terjadinya longsor tambang galian C di Gunung Kuda.
Saat menyampaikan itu, Dedi Mulyadi tidak kuasa menahan tangis. Pria yang karib disapa KDM itu siap menanggung biaya makan anak-anak di bawah umur, baik yang sekolah maupun tidak sekolah.
"Yang berikutnya adalah seluruh anak-anak yang di bawah umur, baik yang sekolah maupun yang tidak sekolah, semuanya menjadi tanggung jawab saya untuk makan setiap hari," kata Dedi dalam unggahan akun Instagram, Senin (2/6).
Dedi meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar untuk mencatat setiap tanggung jawab gubernur terhadap para korban longsor. Ia pun tak menginginkan, anak-anak korban longsor putus sekolah akibat orang tuanya menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Pak Sekda tolong dicatatin, dan kepala dinas mencatat untuk yang sekolah, yang SD tetap sekolah SD, yang SMP masuk SMP, yang SMA masuk SMA, nggak boleh putus sekolahnya. Semuanya menjadi tanggung jawab gubernur untuk makan dan pendidikannya," tegas Dedi.
Dedi tak memungkiri, peristiwa longsor di tambang galian C Gunung Kuda, yang terjadi pada Jumat (30/5) merupakan kelalaian negara. Menurutnya, seharusnya negara sejak awal bisa mengantisipasi agar peristiwa nahas yang menewaskan puluhan korban jiwa itu tidak terjadi.
"Karena ini adalah kelalaian kami, kelalaian negara, tidak hadir memberikan tindakan yang nyata, terhadap sebuah peristiwa yang akan dan pada akhirnya menimbulkan korban jiwa," ucap Dedi.
"Jadi ibu nggak usah khawatir terhadap makan dan susu anak-anaknya. Saya menanggung seluruh biaya hidup anak-anaknya, dan saya menanggung biaya pendidikan," sambunya.
Selain itu, bagi keluarga korban akan mendapatkan santunan dari dua lembaga di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kedua lembaga itu yakni Baznas Jabar dan Bank Jabar Peduli. Masing-masing keluarga korban mendapat bantuan tunai senilai Rp 50 juta.
"Saya atas nama pemerintah Provinsi Jawa Barat, hari ini ada dua lembaga yang akan memberikan bantuan kepada ibu untuk kehidupan. Ini kan beberapa bulan itu kan pasti masa kritis, suami nggak ada, penghasilan perhari nggak ada, nanti ada bantuan beberapa bulan ke depan agar ibu survive. Artinya masih bisa makan, masih bisa minum," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
