Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Februari 2022 | 19.08 WIB

BMKG Sebut Telah Terjadi 15 Kali Gempa Susulan di Sumbar

Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos

JawaPos.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, gempa di Sumatera Barat setelah diperbaharui memiliki magnitudo 6,1. Gempa tersebut berlokasi di darat pada jarak 12 km timur laut wilayah Pasaman Barat Sumatera Barat, dengan kedalaman pusat gempa 10 kilometer.

"Kedalaman hiposentrumnya yaitu 10 km Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif atau patahan aktif," kata Dwikorita dalam konferensi pers daring, Jumat (25/2).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, lanjut Dwikorita, terdapat 15 kali gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi. Terbesar magnitudo 4,2.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 15 kali gempa susulan," ucap Dwikorita.

Menurut Dwikorita, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip, dampak gempa bumi ini dirasakan atau guncangannya dirasakan di daerah Pasaman Barat dengan skala intensitas 6 MMI.

"Artinya getaran dirasakan oleh semua penduduk kebanyakan semua terkejut dan lari keluar. Kemudian juga dirasakan di Pasaman dengan skala intensitas guncangan 5 MMI getaran dirasakan artinya 5 MMI itu dirasakan hampir semua penduduk bahkan sampai membangunkan orang apabila sedang tidur," ungkap Dwikorita.

Kemudian, guncangan juga dirasakan di Agam Bukittinggi dan Padang Panjang dengan skala intensitas 4. Selanjutnya di Padang Payakumbuh dan Gunung Sitoli guncangan dirasakan dengan skala intensitas 3 MMI.

"Artinya terasa getaran seakan-akan truk berlalu," ujar Dwikorita.

Selanjutnya juga dirasakan di pesisir selatan Rantauprapat Nias Selatan dan Bangkinang dengan skala intensitas 2 MMI artinya getaran dirasakan hanya beberapa orang benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Dwikorita mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dia juga mengimbau warga untuk menghindari tempat yang rawan reruntuhan akibat dampak gempa.

"Mohon menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, terutama juga menghindari tebing-tebing atau lereng ya. Karena gempa susulan berpotensi pula atau dapat mengakibatkan runtuhnya batuan atau mengakibatkan longsor," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore