Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 03.15 WIB

Kata Mensos Soal Kasus Pelecehan Seksual oleh Agus Buntung

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang difabel asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (mia/ Jawa Pos) - Image

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang difabel asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (mia/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Agus, seorang difabel asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menyebut, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim untuk mendalami kasus tersebut.

“Pak Dirjen (Dirjen Rehabilitasi Sosial, red) sedang ada di sana ini,” ujar Mensos ditemui usai bertemu dengan Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (5/12).

Menurutnya, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo berada di NTB bersama pihak Komisi Nasional Disabilitas (KND) untuk memperoleh informasi lebih dalam terkait dugaan kasus pelecehan seksual tersebut. Terkait proses hukum, ia menegaskan, bahwa pihaknya akan mendukung penuh proses hukum yang berjalan saat ini.

“Tetapi tentu secara hukum kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Kita percaya bahwa polisi bisa bekerja dengan profesional, dengan baik dalam urusan hukumnya,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Tak hanya mendalami kasus, Kemensos disebutnya juga telah turun tangan dalam mendampingi para korban. Mereka diberikan pendampingan secara psikososial untuk memulihkan kondisi dari trauma yang diderita.

Sebagai informasi, saat ini jumlah korban dugaan pelecehan yang dilakukan Agus ini bertambah. Dari hasil penyelidikan, setidaknya sudah 13 perempuan yang melapor menjadi korban. Mirisnya, tiga di antaranya masih berusia anak-anak.

Mereka dilaporkan mengalami pelecehan seksual fisik yang mengarah pada persetubuhan. Lalu, ada pula yang sudah dibawa ke homestay namun kemudian korbannya lari. Modusnya, mencakup komunikasi verbal dengan mengambil informasi pribadi yang kemudian mempengaruhi psikis korban. Agus juga disebut melakukan manipulasi dengan berpura-pura mengajak pacaran.

Dugaan pelecehan ini pertama kali terungkap pada 7 Oktober 2024. Seorang mahasiswi melaporkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan Agus. Awalnya, Agus sempat mengelak dan menyatakan difitnah. Dia berlindung dibawa kondisi disabilitas tanpa kedua tangan yang dialaminya. Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata lebih banyak korban yang muncul dan berani melapor. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore