JawaPos.com - Para Bonek dan Bonita tentu tidak asing dengan pemain asal Mali, Makan Konate, gelandang serang yang pernah berseragam Persebaya.
Makan Konate pernah membela Persebaya pada musim 2019/2020. Namun ia kurang bersinar karena hanya bermain dalam dua pertandingan saja.
Kini ia resmi dikontrak oleh Persikabo 1973 dan akan berlaga di kancah Liga 2, kasta kedua dari kompetisi liga Indonesia. Ia merasa senang bisa kembali berlaga bersama Laskar Padjajaran.
Lebih senang lagi karena ia kembali bereuni dengan pelatih yang dulu pernah bekerja sama dengannya saat meraih gelar juara Liga Indonesia pada 2014 bersama Persib Bandung, Djajang Nurdjaman.
Usut punya usut, ternyata Makan Konate bersedia gabung Persikabo karena mendapat tawaran langsung dari Djajang Nurdjaman.
"Alhamdulillah saya senang bisa bergabung dengan Persikabo. Apalagi di sini ada coach Djanur. Saya memang mendapatkan tawaran dari coach Djanur untuk bergabung dengan Persikabo. Karena saya sudah lama di Indonesia, maka saya langsung terima tawaran itu," katanya seperti dikutip dari laman resmi Liga Indonesia Baru.
Terkait adaptasi, Konate mengaku tidak masalah karena ia sudah malang melintang di berbagai klub tanah air. Selain itu, di Persikabo juga ada bek senior Abdurahman yang mengemban ban kapten tim asal Bogor itu musim ini.
"Adaptasi saya dengan tim sangat baik sekali. Ada beberapa pemain yang sudah saya kenal sebelumnya apalagi ada pemain yang sangat saya kenal seperti Abdurahman. Kami pernah bersama di Persib tahun 2014," ungkapnya.
Mantan gelandang Persija Jakarta ini juga bertekad akan bekerja maksimal demi meraih prestasi terbaik di Liga 2 musim ini.
"Insya Allah saya akan bekerja keras, maksimal untuk Persikabo 1973. Saya ingin berprestasi musim ini di Liga 2 dengan Persikabo 1973," lanjutnya.
Makan Konate memang bukanlah sosok kemarin sore di kancah persepakbolaan Indonesia. Berbagai klub legendaris tanah air pernah memakai jasanya, sebut saja Persib, Persebaya, Arema, hingga Persija.
Dikutip dari laman Transfermarkt, ia mengawali karirnya di Indonesia pada musim 2011/2012 membela PSPS Pekanbaru. Lalu ia malang melintang di sejumlah klub mulai dari Barito Putera, berlanjut ke Persib dimana ia sukses mempersembahkan gelar Liga Indonesia.
Setelah itu, ia melanjutkan karirnya ke Sriwijaya FC, Arema, Persebaya, Persija, hingga Rans. Ia juga sempat bermain di klub Liga Malaysia antara lain Trengganu FC.
Saat bermain untuk Persebaya pada musim 2019/2020, ia hanya berlaga dalam dua pertandingan karena setelahnya Liga 1 harus berhenti akibat pandemi COVID-19.
Padahal saat didatangkan Persebaya, ia merupakan gelandang subur ketika membela Arema pada musim sebelumnya, yaitu mencetak 16 gol dari 33 laga Liga 1. Akibat penghentian liga tersebut, Konate tidak bisa menunjukkan performanya secara maksimal bersama Green Force.