Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 18.58 WIB

Kardinal Suharyo Antusias dengan Kunjungan Paus Fransiskus ke Jakarta, Jadi Momentum Meneladani Hidup Penuh Kesederhanaan

Paus Fransiskus. (BBC News) - Image

Paus Fransiskus. (BBC News)

JawaPos.com – Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan antusiasmenya menyambut kedatangan Paus Fransiskus pada 3-6 September mendatang.

Dia mengatakan, kunjungan fisik Paus Fransiskus di Indonesia itu sangat penting. Tapi baginya, yang lebih penting adalah bagaimana bisa meneladani cara hidup Paus Fransiskus.

"Termasuk juga mempelajari gagasan-gagasannya," katanya di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Rabu (28/8). 

Nantinya, Paus Fransiskus akan menjalani sejumlah kegiatan selama di Indonesia. Sebelum Misa Akbar, Paus Fransiskus akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu juga melakukan sejumlah pertemuan di Gereja Katedral.

Paus Fransiskus juga dijadwalkan berkunjung ke Masjidil Istiqlal Jakarta. Di Masjid Istiqlal nanti, Paus Fransiskus akan menandatangani dokumen komitmen kemanusiaan. 

Lebih lanjut, Uskup Suharyo mengatakan banyak contoh-contoh gaya hidup yang bisa dicontoh dari Paus Fransiskus. Dia menceritakan, umumnya setiap Paus mengenakan sepatu merah. Tetapi Paus Fransiskus lebih suka menggunakan sepatu hitam. 

"Coba nanti diamati. Apakah sepatu hitamnya ada garis-garisnya. Yang artinya sudah lama dipakai," katanya. Sambil bercanda, Uskup Suharyo mengatakan bisa jadi nanti Paus Fransiskus menggunakan sepatu dari Indonesia. Misalnya sepatu dari Cibaduyut. 

Contoh lainnya dari keseharian Paus Fransiskus adalah tidak tinggal di Istana di Vatikan. Dia memilih tinggal di sebuah kamar di wisma tamu.

Wisma tersebut juga dipakai menginap untuk para tamu Vatikan. Khususnya bagi para pendeta Katolik yang sedang berkunjung ke Vatikan. 

Uskup Suharyo mengatakan, saat kali pertama keluar Vatikan, Paus Fransiskus berkunjung ke Pulau Lampedusa di selatan Italia. Di tempat tersebut Paus menyapa para imigran atau pengungsi dari Afrika.

Di Pulau Lampedusa itu, Paus juga melaksanakan ibadah. Menariknya. dia menggunakan altar berupa bekas perahu yang sudah rusak. "Bukan altar pada umumnya yang dihias bunga," kata Uskup Suharyo. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore