Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 03.47 WIB

Tanggapi Pemberhentian Dekan FK Unair, Menkes Budi Tegaskan Dokter Asing Bukan untuk Saing-saingan dengan Lokal

Menkes Budi Gunadi Sadikin di puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2023. - Image

Menkes Budi Gunadi Sadikin di puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2023.

 
JawaPos.com - Pemberhentian Prof. dr. Budi Santoso dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Unair) Surabaya, hingga kini masih menjadi pro dan kontra. 
 
Diketahui, Prof. dr. Budi Santoso memang tidak menyetujui terkait didatangkannya dokter-dokter asing di Indonesia untuk membantu menangani sejumlah operasi bedah dan keperluan lainnya yang sekiranya tidak bisa ditangani dokter lokal. Hal itulah yang diduga menjadi pemicu diberhentikannya dia dari jabatan Dekan FK Unair.
 
Menanggapi tidak setujunya Prof. Budi terhadap rencan dokter asing boleh bekerja di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak mempermasalahkan hal itu.
 
Menurut Menkes, terkait dokter asing, hal itu memang diperbolehkan karena sudah diatur dalam Undang-Undang, dan juga sudah disetujui pemerintah maupun wakil rakyat. Sehingga hal itu seharusnya tidak perlu dipermasalahkan lagi.
 
Menkes juga menuturkan, tidak ada tujuan menambah persaingan antara dokter lokal dengan dokter asing, karena lebih pada tujuan menyelamatkan ribuan warga negara Indonesia, serta mempercepat transfer ilmu.
 
"Bukan masalah saing-saingan, ini masalah menyelamatkan nyawa 300 ribu orang Indonesia yang kena stroke, 250 ribu yang kena serangan jantung, 6.000 bayi yang kemungkinan besar meninggal tiap tahun," kata Budi seperti dikutip dari Antara.
 
Terkait dengan pemberhentian Prof dr Budi Santoso dari jabatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), ia menegaskan tidak memiliki wewenang dalam keputusan itu karena itu wewenang rektor, bukan kementerian.
 
"Kita juga tidak tahu pertimbangannya apa, mengapa diberhentikan, saya juga tidak ada komunikasi sama rektor," kata Budi usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (8/7).
 
Sebelumnya, Prof dr Budi Santoso diberhentikan dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Unair. Hal tersebut berawal dari penyataannya di grup WhatsApp dosen FK Unair, dimana dia berpamitan pada sekitar 300 anggota grup itu.
 
Saat dikonfirmasi, Prof. Budi mengatakan bahwa pemberhentian tersebut terjadi karena ia tidak setuju program mendatangkan dokter asing yang dilakukan Kemenkes.
 
Menurut Prof. Budi, ia meyakini bahwa 92 Fakultas Kedokteran di Indonesia mampu memunculkan dokter-dokter berkualitas yang tidak kalah dengan dokter asing.
 
"Karena rektor pimpinan saya dan saya ada perbedaan pendapat, dan saya dinyatakan berbeda ya keputusan beliau ya diterima. Tapi, kalau saya menyuarakan hati nurani, saya pikir kalau semua dokter ditanya, apa rela ada dokter asing? Saya yakin jawabannya tidak," tegasnya.
 
Sementara itu, hingga sat ini Rektor Unair Prof Mohammad Nasih enggan berkomentar terkait pemberhentian tersebut.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore