Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti keberadaan layanan pendidikan keagamaan.
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti keberadaan layanan pendidikan keagamaan. Dia khawatir ke depan kampus-kampus keagamaan tutup karena sepi peminat. Dia meminta pengelolaan kampus keagamaan terus ditingkatkan kualitas dengan berbagai inovasi.
"Sejak awal saya masuk sampai hari ini, saya lihat masih banyak hambatan. Belum banyak kemajuan berarti," kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut pada saat pembukaan Raker Bersama Ditjen Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu di Jakarta (21/2).
Dia meminta kepada seluruh Dirjen Bimas di Kemenag, untuk memberikan perhatian serius kepada pendidikan keagamaan. Dia mengatakan layanan pendidikan keagamaan Islam maupun agama lainnya, harus terus ditingkatkan.
"Tolong dilakukan perbaikan serius pendidikan keagamaan. Karena tantangan bangsa ke depan semakin komplek dan besar," tuturnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, butuh dukungan SDM yang memiliki moral kuat. Pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam mencetak SDM dengan moral kuat.
"Saya terus terang masih pesimis pada (layanan) pendidikan agama Islam. Karena secara umum masih begitu-begitu saja," jelasnya.
Yaqut memandang belum ada inovasi atau terobosan berarti dalam pengelolaan pendidikan keagamaan Islam maupun pendidikan keagamaan lainnya. Karena itu menurutnya, inovasi dan terobosan itu penting. Diantaranya untuk meningkatkan minat masyarakat untuk sekolah atau kuliah di lembaga pendidikan keagamaan.
"Saya khawatir (lembaga pendidikan keagamaan) akan tutup karena masyarakat tidak tertarik," kata dia.
Yaqut juga mencontohkan saat ini di sejumlah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) jurusan Ushuluddin sepi peminatnya. Sementara jurusan umum seperti Fakultas Kedokteran (FK) sangat ramai peminat, bahkan sampai menolak pelamar.
"Kalau tidak ada inovasi di bidang pendidikan keagamaan, lama-lama tidak ada mahasiswanya," katanya.
Yaqut juga mengatakan guru dan dosen harus responsif dengan perkembangan pelajar saat ini. Diantaranya anak-anak sudah bisa belajar dari beragam sumber pendidikan. Bahkan Yaqut mengatakan sudah ada kecenderungan masuk ke masa guru tidak lagi jadi satu-satunya sumber belajar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
