
Anggarkan Rp 23,6 M, Cegah Banjir Area Bandara Cegah Luapan Kali Kolokoso, Proyek Ditangani Pusat. (DOKUMEN ADI PRIYANTO FOR JPRK)
JawaPos.com - Luapan air dari Kali Kolokoso saat musim penghujan yang mengarah langsung ke lokasi Bandara Internasional Dhoho Kediri, agaknya telah disadari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri sejak dini.
Berpotensi dengan adanya banjir di musim penghujan, Pemkab Kediri akhirnya melakukan mitigasi dan anisipasi dari luapan air yang berusmber dari Kali Kolokoso.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), pada Senin (5/2), antisipasi yang dilakukan pemkab bertujuan untuk mengatasi luapan kali tersebut agar tidak menimbulkan terjadinya banjir di kawasan sibuk tersebut.
Tak main-main, untuk langkah antisipasi ini Pemkot bahkan berani menggelontorkan dana Rp 23,6 miliar.
Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk normalisasi sungai. Kabarnya, hingga awal Februari ini, proyek tersebut masih dalam tahap lelang.
“Tahun ini program pencegahan banjir di Kali Kolokoso kembali dilanjutkan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.
Proyek puluhan miliar itu menurut Irwan akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk diketahui, sebelum melakukan proyek ini, tercatat pada tahun 2023 lalu PUPR juga sudah membangun proyek serupa.
Proyek normalisasi sungai pada 2023 itu, diketahui menelan anggaran sebesar Rp 6,96 miliar.
Kendati demikian, menurut Irwan ada perbedaan signifikan untuk proyek normalisasi sungai tahun ini.
Perbedaannya, jika tahun lalu proyek hanya dilalukan di Kabupaten Kediri, tahun ini akan dikerjakan hingga ke Kabupaten Nganjuk.
“Proyek tersebut sepertinya juga akan dilakukan di tahun-tahun yang akan datang,” jelasnya.
Sebelum memutuskan dibangunnya proyek ini, Pemkab telah mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, karena bencana banjir sering terjadi di sepanjang aliran sungai tersebut dan banjir ini juga oleh banyak faktor.
Diantaranya sedimentasi, tebing yang kritis, pendangkalan sungai, hingga penyempitan badan sungai, yang mana masalah tersebut menjadi semakin parah dengan keberadaan bandara.
Sehingga, pemerintah pun memutuskan untuk melakukan normalisasi sungai tersebut. Nantinya, proyek ini akan dilakukan secara bertahap. Sejumlah alat berat akan mulai mengeruk sedimen di sungai hingga membangun plengsengan tahun lalu, agar daya tampung air meningkat dan tebing sungai lebih kuat.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
