Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 April 2021 | 09.30 WIB

Gus Miftah: Jozeph Paul Zhang Gagal Paham dengan Pancasila

PUNYA CIRI KHAS: Gus Miftah menyesuaikan dengan pergerakan zaman dalam berdakwah. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS) - Image

PUNYA CIRI KHAS: Gus Miftah menyesuaikan dengan pergerakan zaman dalam berdakwah. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

JawaPos.com - Sikap Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke-26 dan mempertanyakan kepancasilaan orang Indonesia mendapat respons keras dari ulama Gus Miftah.

"Jozeph Paul Zhang gagal paham dengan pancasila. Apa yang dilakukan Paul Zhang ini sangat bertentangan dengan pancasila," ujar Gus Miftah saat ditemui JawaPos.com di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (23/4).

Gus Miftah menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat dan mengakui enam agama yang legal. Yakni, Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Para pemeluknya dapat melaksanakan semua ajaran agama yang diyakini tanpa mendapat intervensi dan gangguan dari pihak mana pun.

Kepada Joseph Paul Zhang, Gus Miftah menyatakan, "Anda wajib mengakui agama anda yang paling benar. Tapi bukan berarti anda menyalahkan agama lain. Maka, konsepnya adalah lakum dinukum waliyadin. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."

"Kalau kamu tidak pengen Tuhanmu dihina, jangan menghina tuhan orang lain. Kalau kamu tidak pengen agamamu dihina, jangan menghina agama orang lain," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan oleh Polri sebagai tersangka penistaan agama. Bahkan aparat kepolisian tengah berusaha untuk menangkapnya ke luar negeri.

Sebelumnya, Jozeph Paul Zhang dalam wawancara ekslusifnya dengan wartawan JawaPos.com Dinarsa Kurniawan di Berlin menyatakan bahwa Eropa lebih menerapkan nilai-nilai Pancasila dibanding Indonesia.

“Mana ada Pancasila di Indonesia, Eropa lebih Pancasila dari Indonesia,” kata Jozeph saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (21/4).

Menurut dia, Eropa lebih menerapkan nilai-nilai ketuhanan yang maha esa. Karena tidak ada orang yang dipersikusi mengatasnamakan agama.

Baca juga: Jozeph Paul Zhang: Agar Minoritas Bisa Beribadah dengan Tenang

“Ketuhanan Yang Maha Esa, apa di Eropa dengar persikusi agama di sini? Justru orang-orang yang dipersikusi agama larinya ke sini, orang-orang dari Timur Tengah muslim-muslim apa semua dilakukan anarkis tidak ada. Satu dua oknum itu dikit sekali,” beber Jozeph.

“Masjid Ahmadiyah gede tuh, sementara orang Syiah gede juga masjidnya, di Indonesia weh dibakar seorang-orangnya pak, itu fakta. Jadi lebih Pancasila mana? Lebih Pancasila Eropa daripada Indonesia.”

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=1fe9lXAHacs&t=18s

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore