Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Desember 2023 | 19.35 WIB

180 Pengungsi Rohingnya Telantar di Disdukcapil Pidie, PJ Gubernur Aceh: Pemerintah Masih Mencari Penanganan yang Tepat

Para pengungsi Rohingya saat berada di halaman kantor Disdukcapil Pidie, Aceh, Sabtu (23/12/2023) (ANTARA/Mira Ulfa) - Image

Para pengungsi Rohingya saat berada di halaman kantor Disdukcapil Pidie, Aceh, Sabtu (23/12/2023) (ANTARA/Mira Ulfa)

JawaPos.com – Sejak 180 pengungsi Ronghiya diangkut warga dari pesisir pantai di Gampong Batee, Laweung, Kabupaten Pidie terkantung-kantung hingga akhirnya singgah di halaman Kantor Disdukcapil Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu (23/12).

Pengungsi Ronghiya tersebut mulanya berada di Pidie Convention Center sekitar pukul 3.00 WIB, lalu berkumpul di lapangan terbuka di depan simpang Aneuk Meuling, dan berjalan kaki ke arah timur, singgah di di Disdukcapil Pidie.

“Masyarakat Gampong Cot Teungoh mengetahui kedatangan Rohingya setelah mendengar pengumuman dari Meunasah,” kata Kepala Mukim Asan di Kecamatan Pidie, Muhammad Gadeng.

Ia mengatakan masyarakat takut pengungsi berkeliaran memasuki perkampungan dan menimbulkan masalah. Menurutnya pemerintah harus menangani segera para pengungsi.

“Sediakan tempat penempatan yang jelas, jangan menyerahkan ke masyarakat sehingga pengungsi Rohingya terkatung-katung,” ujarnya.

Sementara itu, PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengatakan belum bisa memastikan relokasi pengungsi Rohingya.

"Pemerintah Aceh saat ini masih berusaha mencari penanganan Rohingya yang tepat, dan ini sedang disepakati bersama dengan International Organisation for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)," ucapnya.

Ia pun memastikan jika semua tempat penampungan para pengungsi tersebut bersifat sementara untuk membantu karena kedatangan mereka tidak bisa ditolak.

“Pantai kita bukan berupa benteng, mereka bisa datang kapan pun dibawa arus. Tahu-tahu sudah di pinggir pantai dan juga tidak bisa ditolak," ujarnya.

Marzuki berjanji tidak akan menyulitkan masyarakat terhadap adanya keberadaan pengungsi Rohingya saat ditempatkan di penampungan sementara.

"Yang paling penting jangan sampai kita membantu pengungsi, tetapi masyarakat kita sulit," katanya.

Ia memahami terkait adanya penolakan pengungsi Rohingya oleh masyarakat karena akibat gelombang kedatangan yang terus-menerus.

Ia meminta semua pihak dapat menjaga kenyamanan masyarakat Aceh yang sudah resah dengan keberadaan Rohingya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore