
Ilustrasi Candi Borobudur (pixabay/Jonathan-Smit)
JawaPos.com – 32 tahun sudah Candi Borobudur menyandang status warisan dunia. Candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tersebut memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi dan menjadi monumen Budha terbesar di dunia.
Sebagai bentuk perayaan itu, Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur bakal menggelar rangkaian kegiatan yang bertajuk 'Argya Abidhaya' yang nantinya akan dilangsungkan mulai 4-10 Desember 2023.
Argya Abidhaya merupakan perayaan pada keluhuran budaya, kata tersebut diambil dari Bahasa Sanskerta. Kegiatan budaya tersebut akan melibatkan masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur.
Borobudur menjadi sebuah situs kuno yang dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Kuil tersebut berdiri dengan gagah di puncak bukit yang menghadap ke ladang hijau dan bukit-bukit yang jauh.
Dikutip dari laman kemlu.co.id, Candi Borobudur dibangun pada abad ke-9 masa pemerintahan dinasti Syailendra. Desain arsitektur candi memperlihatkan adanya gabungan dua budaya yakni Gupta yang mencerminkan pengaruh India, dan adegan atau elemen asli tanah air, sehingga menjadikan Borobudur unik khas Indonesia.
Sementara itu, Koordinator MCB Warisan Budaya Borobudur, Wiwit Kasiyati mengatakan bahwa kegiatan seni dan budaya yang bakal digelar ini akan melibatkan masyarakat di kawasan Borobudur. Sebab, budaya masyarakat merupakan lanskap budaya sebagai satu atribut yang harus dilestarikan.
“Sehingga, tidak hanya Candi Borobudur saja yang dimanfaatkan, tetapi juga seni dan budaya masyarakat sekitarnya yang turut berperan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Wiwit, Minggu (3/12) dilansir dari Radar Jogja Jawa Pos Group (4/12).
Peringatan hari penetapan kompleks Candi Borobudur sebagai warisan dunia sebenarnya jatuh pada 13 Desember, namun perayaannya digelar mulai 4-10 Desember. Acara tersebut nantinya akan terbagi menjadi tiga kegiatan di dua lokasi berbeda.
Lokasi utama terletak di area Aksobya Candi Borobudur. Sedangkan lokasi kedua berada di Lapangan Randualas, Desa Tuksongo.
Dalam kegiatan tersebut juga akan menghadirkan produk kuliner dan kriya potensi dari 23 desa binaan MCB. Di antaranya yaitu 20 desa dari Kecamatan Borobudur dan tiga desa dari Kecamatan Mungkid.
Selain itu, ada juga aneka produk kuliner lokal yang langka dari para perajin kuliner yang bergabung dari Borobudur, Magelang, Muntilan, dan Kota Jogja. Komunitas penjual barang lawasan juga akan ikut serta menjual barang-barang antik dan lawasan.
Program Director, Altiyanto Henryawan mengatakan bahwa perayaan ini menjadi sebuah ungkapan syukur dan suka cita lantaran kompleks Candi Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia serta masuk dalam bangunan 7 keajaiban dunia.
Menurutnya, Perayaan ini tidak hanya sebagai wujud pelestarian dan pemanfaatan candi. Tapi juga sebagai pemajuan serta pengembangan candi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
