
Pengelolaan radiasi matahari melibatkan upaya untuk mengurangi jumlah sinar matahari yang menyinari permukaan bumi. /Ryan Sun/AP
JawaPos.com - Pakar global mendesak pemerintah harus melakukan moratorium terhadap upaya geoengineering iklim bumi dikarenakan meningkatnya emisi gas rumah kaca dan krisis iklim yang terus terjadi.
Dilansir dari The Guardian, meski rekayasa kebumian (geoengineering) sangat kontroversial, namun diskusi mengenai kelayakannya semakin meningkat seiring dengan dampak cuaca ekstrem yang disebabkan oleh kerusakan iklim yang melanda bumi.
Tidak ada kesepakatan global mengenai geoengineering dan tidak ada aturan mengenai apa yang dapat dilakukan oleh suatu negara atau dunia usaha.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, Komisi Pengawasan Iklim meminta pemerintah negara-negara untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil.
Pemerintah juga harus mengizinkan para akademisi untuk menyelidiki kemungkinan-kemungkinan geoengineering, terutama dalam bentuk pengelolaan radiasi matahari.
Namun pemerintah tidak boleh melakukan kegiatan seperti itu, panel tersebut memperingatkan karena adanya bahaya yang ditimbulkan jika kita mengutak-atik iklim global dengan cara yang belum dipahami dengan baik.
Pascal Lamy, mantan ketua Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang mengetuai Komisi Pengendalian Perubahan Iklim (Climate Overshoot Commission) mengatakan pendapatnya.
“Bukan hal yang tidak bisa dihindari bahwa suhu dunia akan melampaui 1,5C, batas suhu global yang telah disetujui oleh pemerintah, namun kemungkinannya semakin besar, itu tergantung pada apa yang kita lakukan,” katanya.
Geoengineering sendiri adalah istilah yang dapat mencakup segala hal mulai dari menghutankan kembali lahan yang luas untuk menyerap lebih banyak karbon, mengecat atap rumah dengan warna putih agar lebih reflektif, atau menyemai lautan dengan besi untuk menumbuhkan lebih banyak plankton dan menyerap lebih banyak karbon.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
