Menkeu Sri Mulyani saat raker dengan komisi III DPR RI.
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku kena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Akibatnya, suara Menkeu serak dan nyaris hilang saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
Hal ini diketahui, saat Sri Mulyani diminta memaparkan terkait asumsi dasar ekonomi makro dan arah kebijakan fiskal RAPBN 2024 oleh Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir, Kamis (31/8).
“Terima kasih pimpinan, suara saya hilang karena maraton. Jadi kalau diizinkan Pak Wakil Menteri yang akan berbicara,” kata Sri Mulyani saat mengikuti rapat kerja bersama Gubernur BI, Kepala Bapennas, dan Plt Kepala BPS.
Sri Mulyani juga bahkan tidak ikut menanggapi sejumlah pertanyaan dari seluruh fraksi DPR RI. Meskipun telah diberi kesempatan oleh Pimpinan Rapat.
"Suara saya masih belum Pak, jadi belum bisa maaf. Tadi pengen bicara tapi belum bisa pak maaf," ujar Menkeu.
Saat peserta rapat menyeletuk, apakah Sri Mulyani terkena ISPA. Menkeu pun memperjelas dengan menjawab bahwa benar dirinya terkena ISPA.
"Yes, ISPA, saya mohon maaf," tambahnya.
Sementara itu, mengutip akun Instagram resmi @smindrawati, Menkeu mengaku bahwa suaranya serak bahkan nyaris hilang.
"Ehmm...suara saya ilang... Kondisi suara saya serak dan nyaris hilang saat rapat bersama Komisi XI hari Kamis," tulis dia.
Dalam unggahan itu, Menkeu membeberkan penyebab dirinya mengalami serak karena padatnya agenda di akhir-akhir ini.
Sri Mulyani mengaku maraton selalu berbicara dengan waktu cukup lama dari rapat ke rapat.
“Sejak Selasa saya maraton rapat di Sidang Paripurna DPR menyampaikan 2 pidato - Jawaban Pemerintah atas 2 RUU yaitu RUU Pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2022 dan RUU APBN 2024,” ujarnya.
Kemudian, Selasa siang diterusjan rapat di Badan Anggaran DPR menyampaikan presentasi materi RUU APBN dan RUU APBN 2024.
“Rabu saya kembali ke DPR Komisi XI menyampaikan pertanggunghawaban pelaksanaan Kemenkeu BA 15 tahun 2022. Kamis pagu jni kembali rapat DPR di Komisi XI mengenai Asumsi Dasar Ekonomi dan Arah Kebijakan Fiskal RAPBN 2024,” tuturnya.
Meski begitu, dia memastikan bahwa kehadirannya di rapat tersebut tetap menyimak dan mencatat tanggapan yang diberikan oleh seluruh fraksi yang hadir. Bahkan ia mengaku karena tidak bicara dan hanya dian membuatnya jauh lebih fokus.
“Karena nggak bicara dan diam, ternyata malah lebih fokus. Saya juga dapat bonus diberi permen anti serak oleh Menteri Bappenas sipaya besok sudah bisa bersuara kembali. Tetap jaga kesehatan semuanya, seperti #APBNKita yang kerja keras namun harus tetap dijaga sehat,” tandasnya.