Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 19.33 WIB

Gubernur Khofifah Minta Stakeholder Harmonisasi Langkah Tekan AKI, AKB, Stunting, serta TBC

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak seluruh stakeholder kesehatan menyatukan langkah dan harmonisasi mewujudkan sistem layanan kesehatan yang tangguh. - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak seluruh stakeholder kesehatan menyatukan langkah dan harmonisasi mewujudkan sistem layanan kesehatan yang tangguh.

JawaPos.com–Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ajak seluruh stakeholder kesehatan menyatukan langkah dan harmonisasi mewujudkan sistem dan layanan kesehatan yang tangguh serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Gubernur Khofifah menjelaskan, lima poin bidang kesehatan yang perlu diperkuat dalam Program Prioritas Kesehatan 2023. Yakni penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), stunting, pencegahan dan tindakan penyakit tuberkulosis paru (TBC), serta penyakit katarostropik.

”Penurunan AKI, AKB, dan stunting, merupakan prioritas pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024,” terang Khofifah.

Upaya pencegahan AKI dan AKB juga diikuti dengan sosialisasi masif mengenai stunting. Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan prioritas penanganan yang tidak terpisahkan.

”Kami juga berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk hadir ke posyandu yang menjadi salah satu intervensi untuk mendeteksi masalah balita stunting,” kata Khofifah.

Selain pencegahan AKI, AKB, dan stunting, Pemprov Jatim menaruh perhatian serius terhadap penyakit tuberkulosis paru (TBC). Jatim menduduki posisi kedua di tingkat nasional dalam penemuan kasus TBC untuk menuju eliminasi TBC pada 2030.

Menurut dia, strategi temukan obati sampai sembuh (TOSS) merupakan langkah yang tepat dalam memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Itu dilakukan melibatkan seluruh sektor kegiatan investigasi kontak TBC dan skrining mandiri gejala TBC melalui aplikasi e-tibi yang dilakukan masyarakat.

”Upaya tersebut diharapkan mampu menemukan kasus TBC sedini mungkin dan pasien TBC segera mendapatkan pengobatan yang bermutu di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Provinsi Jawa Timur,” tutur Khofifah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berperan aktif dalam mewujudkan upaya penataan sistem rujukan penyakit katarostropik di. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menginisiasi penyusunan clinical guidelines penyakit prioritas level provinsi dengan menjadikan rumah sakit milik provinsi Jawa Timur sebagai percontohan. Pemprov juga menggandeng organisasi profesi serta asosiasi sebagai evaluator.

Clinical guidelines dapat diadaptasi seluruh stakeholder kesehatan dan disesuaikan dengan kemampuan atau kompetensi di faskes masing-masing dengan dinas kesehatan sebagai pembina,” terang Khofifah.

Gubernur menambahkan, capaian yang baik di bidang kesehatan akan membangun quality of life berseiring dengan perkembangan industri manufaktur di Jatim yang cukup signifikan. Industri manufaktur akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat selanjutnya diikuti dengan derajat kesehatan yang baik.

”Industri manufaktur makin tinggi dan kesejahteraan tinggi, quality of life juga makin tinggi. Dengan begitu, hadirnya pelayanan kesehatan yang makin kualitatif dan merata menjadi sangat penting,” papar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore