
Putri sulung Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid menyampaikan sambutan pada Haul Gus Dur ke-13 di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12).
JawaPos.com - Keluarga Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau yang karib disapa Gus Dur menggelar peringatan haul ke-13 di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12). Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) hadir pada hari peringatan wafatnya Gus Dur.
Putri sulung Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Rahman Wahid mengungkapkan, Ayahnya merupakan seorang yang multidimensi. Dia menyebut, Gus Dur merupakan sosok yang humoris dan pejuang demokrasi.
"Sosok yang multidimensi, beliau humoris, beliau pemikir, beliau pembela hak-hak minoritas, beliau pejuang demokrasi, beliau negarawan, beliau komentator sepak bola. Makanya kami sebetulnya panitia ini kemarin ketika memilih tema kami agak dilematis mau memilih Gus Dur dan piala dunia atau Gus Dur dan pembaharuan NU," kata Alissa.
Haul-13 Gus Dur yang mengusung tema ‘Gus Dur dan Pembaharuan NU’, kata Alissa, merupakan hasil diskusi dengan KH Mustofa Bisri yang merupakan sahabat Gus Dur, sejak berkuliah di Al-Azhar Kairo hingga memimpin NU. Selain itu, NU ke depan memasuki abad kedua. Sehingga tema tersebut penting bagi perjalanan NU dan sepak terjang Gus Dur saat berkiprah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Maka malam hari ini akan meneladani sepak terjang perjalanan sebagai pemimpin NU dan warga NU," ucap Alissa.
Alissa pun mengungkapkan, nama Gus Dur dan NU tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga dunia. Sebab, pada 2011 lalu dirinya pernah bertemu dengan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Belgia. Pria tersebut mengaku bangga dirinya yang berasal dari Indonesia dan warga NU. Menurutnya, keterkenalan NU sampai Eropa berkat kiprah Gus Dur.
"Maka pada malam hari ini kita akan menggali bagaimana almaghfurlah Gus Dur mendorong pembaruan-pembaruan di lingkungan Nahdlatul Ulama," papar Alissa.
Dia juga menuturkan, Gus Dur sangat memprioritaskan Islam dan Indonesia. Sebab, saat dirinya berumur 14 tahun, Gus Dur sempat menyampaikan tidak bisa memberikan waktu lebih kepada keluarga.
"Saya anak pertama, remaja waktu itu, Gus Dur menyampaikan begini Lissa jangan mengharap bapak iki seperti bapakke konco-koncomu yo, jangan berharap bapak sama seperti bapaknya teman-temanmu, bapak nggak bakalan punya banyak waktu untuk kalian. Karena keluarga itu prioritas bapak nomor 4 nak, nomor satu Islam, nomor 2 Indonesia, nomor 3 NU, nomor 4 baru keluarga. Kamu harus bisa nerima," pungkas Alissa.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
