Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Mei 2021 | 21.18 WIB

1 Anggota KKB Ditembak Mati, 4 Butir Amunisi dan Sebilah Parang Disita

DIBURU APARAT: Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS) - Image

DIBURU APARAT: Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)

Jawa Pos - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus terpojok. Satgas Nemangkawi memastikan menembak mati seorang anggota KKB bernama Welengen Tabuni dalam sebuah baku tembak di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak kemarin Jumat (21/5).

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal Alqudussy menuturkan, baku tembak itu terjadi di Kampung Maki sekitar pukul 12.30 WIT. Saat itu aparat gabungan sedang melakukan penyisiran mencari markas KKB. ”Saat itu terdapat dua anggota KKB,” paparnya.

Baku tembak pun terjadi, seorang anggota KKB berhasil ditembak dan tewas ditempat. Setelah diidentifikasi anggota KKB yang tewas itu bernama Welenggen Tabuni. ”Identitas diketahui saat evakuasi, ditemukan kartu identitas, empat butir amunisi dan sebilah parang,” ujarnya.

Lalu, untuk satu anggota KKB yang lainnya melarikan diri. Dia mengatakan, anggota KKB yang kabur itu mengarah ke sebuah muara. ”Dari aparat gabungan sama sekali tidak ada yang terluka dalam baku tembak tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, dua anggota KKB itu diduga kuat merupakan anggota dari Lekagak Telenggen. Saat ini petugas sedang melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang lainnya. ”Terus dilakukan pencarian yang lainnya,” terangnya.

Sementara informasi yang didapatkan Jawa Pos, KKB yang saat ini sedang dikejar Satgas Nemangkawi merupakan gabungan dari sejumlah kelompok. Diantaranya, Kelompok Puncak Jaya, kelompok Sinak, kelompok Ilaga, kelompok Paniai, kelompok Sugapa, Kelompok Lani Jaya, dan Kelompok Nduga. Karena itu, jumlah dari KKB itu bisa mencapai 150 orang.

Terpisah, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat –Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, jumlah anggota TPNPB-OPM jauh lebih banyak dari itu. ”Saat ini belum semuanya bergabung, nanti pasti semua bergabung saat revolusi total,” ujarnya.

TPNPB-OPM tidak akan takut dan panik dalam menghadapi militer Indonesia. Dia menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya merebut tanah Papua. ”Kami juga menolak otonomi khusus dan menuntut hak kemerdekaan,” jelasnya.

Baca juga: TNI-Polri Tembak Mati Komandan KKB

Menurutnya, semua pejabat hingga kepala suku yang setuju dengan otonomi khusus merupakan individu. Namun, tidak mewakili rakyat Papua dan TPNPB-OPM. ”Kami akan terus melakukan penembakan sebagai bentuk penolakan otsus,” terangnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore