
Dahlan Iskan. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kebijakan pemerintah yang mewajibkan hasil negatif Covid-19 melalui tes PCR bagi penumpang perjalanan transportasi udara menimbulkan banyak kritikan di masyarakat. Sebab, harga tes PCR yang sempat mahal sampai Rp 1 juta saat ini bida diturunkan menjadi Rp 300 ribu setelah mendapat perintah dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyinggung terkait penggunaan GeNose C19 yang sempat digunakan beberapa waktu lalu. Bahkan, sempat menjadi syarat bagi perjalanan kereta api. Alat pendeteksi melalui hembusan nafas tersebut merupakan hasil dari inovasi teknologi.
Dahlan menyayangkan, alat kesehatan hasil teknologi Covid-19 ciptaan hasil karya anak bangsa tidak didukung dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan saat pandemi berlangsung.
"Suasana Covid-19 ini begitu hebatnya kok tidak muncul kehebatan di bidang lain misalnya GeNose, dan sama sekali kita tidak menemukan jejak di bidang kesehatan," ujarnya dalam sebuah webinar, dikutip Sabtu (30/10).
Dahlan Iskan menyebut, ekosistem teknologi ciptaan anak bangsa hingga saat ini sulit berkembang karena terkendala oleh sulitnya bahan baku hingga biaya. Kendala alat GeNose sendiri terkait dengan bahan baku dibeli dalam jumlah kecil karena permintaannya sedikit.
"Waktu itu saya tau persis GeNose bicara panjang dengan Prof Fuad intinya sulit membeli bahan baku,” ucapnya.
Sayangnya, pengembangan dan produksi alat GeNose juga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Akhirnya uang yang dimiliki seolah-oleh dihambur-hamburkan. Profesor Fuad menyebut, pihak yang memproduksi GeNose dan Universitas Gajah Mada (UGM) sendiri tidak memiliki cukup dana untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar.
"Waktu itu kenapa tidak merayu pemerintah supaya pemerintah order dalam jumlah yang cukup katakanlah 1 kontainer. Sehingga, impornya bisa sekaligus bisa lebih murah," ungkapnya.
Sebagai informasi, GeNose merupakan alat pendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas yang dihembuskan oleh seseorang. Alat ini dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bisa mendeteksi partikel spesifik pengidap Covid-19 yang dikeluarkan pasien.
Alat ini bukan mendeteksi virusnya, tapi senyawa yang secara spesifik berbeda yang dikeluarkan orang pengidap Covid-19. Teknologi AI menganalisis dan memberikan hasil screeningnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
