
ILUSTRASI. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dianggap menjadi kado pahit bagi guru honorer.
JawaPos.com - Bisa lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan sebuah anugerah bagi para guru. Namun sayangnya, hal tersebut justru bisa menjadi malapetaka bagi sekolah swasta.
Dikatakan Pengamat dari Komnas Pendidikan Andreas Tambah, sebagian besar kepala sekolah dan yayasan pendidikan swasta mengeluh karena tenaga pendidiknya yang sudah 'matang' akan meninggalkan sekolah swasta. Para guru memilih untuk menjadi guru aparatur sipil negara (ASN) skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Padahal, sekolah swasta dengan segala upaya telah membina juga memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah tersertifikasi.
"Tapi apa lacur (malang nasib sekolah swasta), pemerintah telah merekrut mereka yang sudah 'matang' itu direkrut menjadi ASN," ungkap dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10).
Ia pun membeberkan kondisi sekolah swasta yang saat ini menjadi kelimpungan akibat kekurangan guru yang handal dan profesional di bidangnya. Menurutnya, ini sebuah malapetaka.
"Bagi guru yang akan diangkat menjadi ASN itu adalah anugerah, namun bagi sekolah swasta yang selama ini telah menghidupi, membesarkan mereka adalah sebuah malapetaka, terjadi kekurangan guru. Harus merekrut yang lain dari nol," jelas dia.
Bagi pemerintah, bergabungnya guru yang sudah matang ini juga merupakan sebuah keuntungan besar. Sebab, pemerintah akan mendapatkan guru berkualitas tanpa harus bersusah payah melakukan pelatihan dan pembinaan dari awal.
Ia pun mengharapkan pemerintah dapat lebih bijak atas kebijakan yang diterapkannya, yakni harus melihat kesulitan sekolah swasta dan peserta didik yang ditinggalkannya.
"Bak anak ayam yang ditinggalkan sang induk. Jangan biarkan sekolah swasta mengalami kesulitan oleh karena kebijakannya. Berilah tanggung jawab atau kompensasi yang layak untuk sekolah swasta dan peserta didik yang ditinggalkannya," pungkas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022