Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Juli 2021 | 01.33 WIB

Muhadjir Effendy: Indonesia Sudah Darurat Militer Hadapi Covid-19

Menteri Sosial RI Ad Interim  Muhadjir Effendy, bersama Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI  Mohamad Hasan saat memimpin apel kesiapsiagaan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menghadapi dampak La Nina di Markas Ko - Image

Menteri Sosial RI Ad Interim Muhadjir Effendy, bersama Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan saat memimpin apel kesiapsiagaan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menghadapi dampak La Nina di Markas Ko

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, Indonesia sudah dalam situasi darurat militer menghadapi pandemik Covid-19.

"Sebetulnya pemerintah sekarang ini walaupun tidak di-'declare', kita ini kan dalam keadaan darurat militer. Jadi kalau darurat itu kan ukurannya tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, darurat perang. Nah sekarang ini sebetulnya sudah darurat militer," kata Muhadjir Effendy ditemui saat mengunjungi Hotel University Club UGM yang dijadikan shelter pasien Covid-19 di Yogyakarta, Jumat (16/7) dilansir dari Antara.

Ia menyebut Indonesia dalam situasi darurat militer karena saat ini harus menghadapi musuh, yakni Covid-19 yang tidak kasat mata.

"Musuh tidak terlihat ini dalam pertempurannya tidak memakai kaidah-kaidah hukum perang, karena semua orang dianggap kombatan oleh Covid-19 ini," ucap Muhadjir.

Menurut dia, dulu ibu hamil serta anak-anak di Tanah Air belum banyak terpapar Covid-19, namun saat ini tidak sedikit dari mereka yang menjadi korban. "Yang meninggal mulai banyak. Berarti ini perang asimetris menghadapi Covid-19," ujarnya.

Dengan alasan itu, menurut Muhadjir, Presiden Joko Widodo telah menerjunkan TNI dan Polri untuk ikut menangani Covid-19, karena sudah tidak bisa dihadapi dengan penanganan biasa.

"Ini darurat-nya sudah darurat militer, hanya musuhnya memang bukan militer konvensional tapi 'pasukan' tidak terlihat," tutur dia.

Baca juga: Pemerintah Putuskan Perpanjang PPKM Darurat Sampai Akhir Juli

Muhadjir menuturkan apa pun istilah yang digunakan dalam menangani Covid-19, baik PPKM darurat atau bahkan PPKM super darurat, selama masyarakat tidak mau kompromi menahan diri melanggar prokes, maka penanganan Covid-19 tidak akan berhasil.

"Jika tidak menyadari bahwa prokes adalah menjadi yang utama, penanganan Covid-19 ya tidak berhasil," kata dia.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore