
Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Melindungi Indonesia dengan Rapid Test Buatan Anak Negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan kualita
JawaPos.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru B.1617.2 atau varian India.
"Kesimpulannya bisa dipastikan penanganannya sudah sangat baik. Mudah-mudahan varian baru yang kemarin sempat mendarat di Cilacap bisa segera kita atasi," ungkap dia dalam keterangan tertulis, Selasa (1/6).
Muhajir menjelaskan, 13 anak buah kapal (ABK) asal Filipina dipastikan terpapar Covid-19 varian India. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian India dari para ABK, Pemkab Cilacap telah melakukan tracing terhadap 700 orang dari tenaga kesehatan hingga keluarganya.
Hasilnya sekitar 9 persen di antaranya positif Covid-19. Mereka saat ini sedang menjalani proses penyembuhan. "Sedangkan ABK yang meninggal satu orang karena yang bersangkutan ketika datang sudah dalam kondisi parah dan komorbid, sedangkan yang lain semuanya dalam kondisi sehat," jelas Muhajir.
Melihat hal tersebut, Pengiat Sosial Mochammad Ibnu Suyatma menilai penangganan kasus Covid-19 di Indonesia sudah cukup baik. Namun, masyarakat perlu waspada dengan adanya varian baru Covid-19 yang sudah ditemukan di beberapa daerah.
“Konon katanya, varian ini lebih ganas, berbahaya, bahkan penularannya lebih cepat dari yang sudah ada. Pemerintah dalam hal ini perlu menyiapkan strategi khusus dalam mengantisipasi lonjakan kasus. Jangan sampai hal yang sama terjadi seperti di India,”
Kebijakan pemerintah melakukan penanganan Covid-19 dengan memaksimalkan testing, tracing, dan treatment atau 3T, menurut dia sudah cukup baik. Hal ini harus diiringi dengan adanya kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Artinya, masyarakat harus saling bahu- membahu dan gotong royong dalam memberantas virus corona. “Saya rasa kebijakan yang telah dibuat, pemerintah saya rasa sudah cukup baik dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Pemerintah membuat kebijakan, masyarakat mengikuti anjuran dan taat terhadap protokol kesehatan yang berlaku,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, terdapat 14 ABK asal Filipina di Cilacap yang terpapar Covid varian India. Satu di antaranya meninggal dunia saat dirawat di RSUD Cilacap.
Selain itu, sebanyak 48 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Cilacap juga diduga terpapar Covid-19 dari para ABK saat dalam perawatan. Berdasarkan hasil tracing, 8 orang kontak erat dengan nakes tersebut juga dilaporkan terpapar Covid-19.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
