
Kondisi serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat dikumpulkan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/10/2021). Serpihan atau bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan sudah dalam kondisi ringsek pasc
JawaPos.com - Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo tak henti-hentinya mengucap syukur karena urung jadi penumpang Sriwijaya Air SJ182. Apalagi, keduanya sudah terdaftar dalam manifes pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kemarin.
Namun keduanya ‘diselamatkan’ oleh biaya mahal rapid test yang disyaratkan. “Kami berdua harusnya berada di pesawat Sriwijaya Air, tetapi batal karena biaya tes usap yang mahal,” ujar Paulus di Pontianak seperti dikutip Antara, Selasa (12/1).
Paulus mengungkap, untuk hasil rapid test tiga hari dikenakan biaya Rp1,3 juta. Sedangkan untuk biaya rapid test yang bisa diketahui dalam waktu enam jam, harus ditebus dua kali lipatnya. “Sehingga pihak perusahaan menyuruh kami memilih naik KM Lawit yang kebetulan Jumat sore (8/1) itu juga berangkat,” bebernya.
Warga Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh Tenggara itu berangkat dari Jakarta ke Pontianak. Selama dalam perjalanan, telepon seluler keduanya sama sekali tak mendapat sinyal.
Sehingga, keduanya tak mengetahui bahwa pesawat yang sedianya mereka tumpangi itu mengalami kecelakaan. Berita itu baru diketahui setelah kapal mendekati Pontianak. “Ketika KM Lawit berada di muara sungai dekat Pontianak saya dapat notifikasi telepon dari orang tua di Kupang,” ungkapnya.
Karena khawatir, Paulus pun langsung menghubungi keluarganya di Kupang. “Dari situlah baru saya tahu bahwa pesawat yang harusnya saya tumpangi itu mengalami kecelakaan,” bebernya.
Diakui Paulus, ia dan rekannya itu memang terdaftar dalam manifes penumpang Sriwijaya Air SJ182. Sebab, keduanya memang tidak membatalkan tiket pada maskapai. “Kami sebenarnya berenam, empat langsung berangkat ke Pontianak, sementara saya sama Indra tertahan karena hanya mencantumkan tes antigen,” tuturnya.
“Sementara Pemprov Kalbar mengharuskan tes usap, sehingga jadwal penerbangan diubah menjadi 9 Januari 2021, karena biaya tes usap mahal, maka pihak kantor menyarankan kami menggunakan KM Lawit yang berangkat, Jumat sore (8/1),” tandasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/ClZjPKTbzg8

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
