
ILUSTRASI. Seorang subjek baru-baru ini meninggal dalam uji klinis tahap akhir dari vaksin Covid-19 AstraZeneca. (File Photo)
JawaPos.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto mengharapkan, pemerintah bisa memprioritaskan pemberian vaksin ke tenaga medis dan masyarakat di zona merah penularan Covid-19. Sebab
tenaga medis garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19.
"Sekiranya vaksinasi yang direncanakan pemerintah itu benar bisa dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2020, saya berharap tenaga medis dan masyarakat di zona merah harus mendapat prioritas," kata Mulyanto dalam keterangannya, Minggu (8/11).
Wakil Ketua Fraksi PKS ini pun meminta, pemerintah bisa mewujudkan program vaksinasi sesuai waktu. Dia tak menginginkan, vaksinasi terus mengalami penundaan.
“Sebaiknya harus dikawal rencana tersebut agar benar-benar dapat terlaksana sesuai jadwal. Kasihan masyarakat jika harus menunggu lagi,” ucap Mulyanto.
Namun, vaksin tersebut harus dipastikan keamanannya. Artinya harus telah mendapat izin edar dari BPOM yang berarti sudah lulus uji klinis tahap ketiga. "Sehingga dapat diyakini cukup memadai bahwa vaksin tersebut tersebut benar-benar efektif dan aman," ungkap Mulyanto
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iUVIaWBxgcg

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
