
Massa yang tergabung dalam berbagai aliansi buruh saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di sekitar gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). Pada aksi tersebut buruh bersama mahasiswa menolak omnibus law RU
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dikhawatirkan akan memicu klaster Covid-19. Karena itu mahasiswa dan buruh serta sejumlah elemen masyarakat yang ikut unjuk rasa, diminta untuk segera melakukan rapid test lalu dilacak dengan PCR jika memang terbukti reaktif. Akibat kondisi ini, lonjakan kasus diperkirakan akan terjadi pada 2 pekan lagi.
"Angka ini diprediksi akan meningkat dalam dua sampai tiga minggu ke depan karena peluang adanya penularan Covid-19 dari demonstran yang positif ke demonstran lainnya," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Selasa(13/10).
Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan dari aksi pekan lalu terdapat dua kelompok utama yang menyampaikan aspirasinya secara terbuka yaitu kelompok mahasiswa dan kelompok buruh.
Dari data sementara massa yang diamankan oleh pihak kepolisian dan TNI, ditemukan 21 dari 253 demonstran berstatus reaktif di Sumatera Utara, 34 dari 1.192 demonstran reaktif di DKI Jakarta, 24 dari 650 demonstran reaktif di Jawa Timur, 30 dari 261 demonstran Sulawesi Selatan, 13 dari 39 demontran reaktif di Jawa Barat, 1 dari 95 orang yang diamankan reaktif di daerah Jogjakarta. Dan hasil testing demonstran di Jawa Tengah masih dalam tahap konfirmasi.
"Ini adalah cerminan puncak gunung es. Dari hasil pemeriksaan yang merupakan contoh kecil saja bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat dan luas," katanya.
Sebagai antisipasi adanya aksi lanjutan, Prof Wiku mengatakan pihak universitas wajib melakukan tes pada mahasiswanya yang ikut dalam aksi unjuk rasa. Bagi mahasiswa yang hasil testingnya reaktif agar segera ditelusuri kontak terdekatnya atau tracing.
"Sediakan juga isolasi bagi mahasiswa yang terindikasi rekatif atau positif," ujar Prof Wiku.
Selanjutnya bagi kelompok buruh, Satgas meminta agar segera dibentuk Satgas Covid-19 di tingkat perusahaan. Mereka dapat berkoordonasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan skrining kepada buruh yang melakukan aksi penyampaian aspirasi.
"Bagi mereka yang hasil testingnya rektif maka dapat segera di telusuri kontak terdekatnya. Selain itu kami meminta kepada kepolisian maupun TNI untuk melanjutkan testing terhadap para anggotanya yang bertugas mengamankan aksi pada minggu lalu," tutur Prof Wiku.
"Jika ada yang reaktif segera melakukan tracing untuk juga memastikan kontak terdekatnya. Terakhir, bagi masyarakat yang anggota keluarganya mengikuti aksi tersebut segera periksakan ke fasilitas kesehatan Apabila ada yang mengalami gejala Sovid-19 sehingga dapat dipastikan status kesehatannya," ujarnya.
Prof Wiku selalu mengingatkan agar para demonstran mematuhi protokol kesehatan selama acara berlangsung. Jaga jarak antara demonstran, selalu memakai masker dan mencuci tangan atau membawa hand sanitizer.
"Pandemi ini mengharuskan kita berpikir secara kritis. Setiap apa yang kita lakukan harus dipikirkan manfaat dan mudaratnya, termasuk kerumunan massa yang besar. Jangan karena berkerumun kita membawa pulang penyakit dan ancaman kematian pada kerabat dan keluarga kita," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7zB9f_0LtOo&ab_channel=jawapostvofficial

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
