Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2020 | 17.57 WIB

Jokowi Belum Puas dengan Program Pemerintah untuk Tangani Dampak Covid

YouTube Sekretariat Kepresidenan RI - Image

YouTube Sekretariat Kepresidenan RI

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja lebih baik dalam mencari program yang lebih tepat sasaran di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah sendiri sebenarnya telah memiliki sejumlah program perlindungan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi.

"Saya ingin menteri-menteri lebih baik lagi bekerja mencari program yang lebih tepat sasaran, semua harus terus kita perbaiki. Masih banyak kerja keras yang perlu dikerjakan," kata Jokowi dalam keterangannya, Sabtu (3/10) malam.

Jokowi menuturkan, pemerintah melakukan sejumlah hal untuk tetap melindungi dan meringankan beban masyarakat akibat pandemi yang juga menimbulkan dampak ekonomi. Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 203,9 triliun dan sekarang menjadi Rp 239,53 triliun untuk mendukung upaya-upaya tersebut, khususnya untuk perlindungan sosial.

Anggaran triliunan rupiah itu akan dialokasikan ke berbagai program, seperti program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), sembako, bantuan sosial tunai (BST), kartu prakerja, bantuan langsung tunai (BLT), dana desa, bantuan presiden produktif untuk modal kerja, subsidi gaji dan diskon listrik.

Kendati demikian, Jokowi mengaku belum cukup puas terhadap upaya dan sejumlah program yang telah digulirkan. Sebab, masih terdapat potensi peningkatan yang dapat dilakukan dari upaya-upaya itu. "Kita harus terus  melakukan penyesuaian kebijakan, mencari yang lebih baik," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam memberikan usulan-usulan terhadap perbaikan kebijakan ke depan. Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk membuka keran masukan terhadap kebijakan-kebijakan.

Jokowi tak memungkiri, solusi terbaik untuk menangani pandemi ini harus terus dikembangkan dan dicari. Solusi terbaik terbaik yang diterapkan di suatu negara belum tentu dapat diterapkan persis di negara-negara lain, oleh karena perbedaan kondisi di tiap-tiap negara. "Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita," ucapnya.

Untuk tetap mencegah penyebaran Covid-19, Jokowi pun tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk taat mematuhi protokol kesehatan. Lantas, Jokowi pun menyampaikan apresiasi kepada tenaga medis, TNI, Polri, hingga ASN yang hingga kini masih berjibaku untuk membantu penanganan pandemi, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat untuk berubah. Menyesuaikan diri untuk menaati protokol kesehatan. Lakukan dengan disiplin 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ucap Jokowi.

Jokowi mengharapkan agar bangsa Indonesia dapat segera melalui ujian dan tantangan ini. Sehingga kondisi ini segera berakhir. "Saya percaya, jika kita saling melindungi, saling membantu, dan saling megingatkan satu sama lain, kita akan mampu melalui masa sulit ini," pungkasnya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=3Au5sQxxdnQ&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore