
Sejumlah warga berkativitas di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2020). Warga memanfaatkan pemandangan dan suasana Hutan Kota GBK untuk menghabiskan libur akhir pekan di tengah pandemi COVID-19. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA PO
JawaPos.com - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi menyatakan, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa memiliki hubungan dekat mampu untuk menahan penyebaran virus.
"Dia pake masker, tapi pas ngomong taroh di dagu dan buka, lalu ada temen saya, dia pake masker, tapi pas ngomong sama saya, dia deket-deket ke saya sambil buka maskernya, saya takut kan sebenernya. Jadi tidak bisa menjaga jarak karena mereka merasa hubungannya sangat baik," tutur dia dalam Bincang Sore Kemendikbud, Jumat (11/9).
Bahkan, berdasarkan survei dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 30 persen percaya tidak akan terkena virus, karena memiliki antibodi yang kuat.
"Survei litbangkes 30 persen respondennya menyatakan bahwa 'saya tidak mungkin berisiko terkena wabah ini', bayangkan itu. Kita sudah bisa menjawab, kenapa banyak yang tidak patuh pada 3M ini, karena mereka yakin tidak terkena Covid," terangnya.
Selain iti, menurutnya, untuk merubah perilaku, bisa dengan memberikan informasi secara berulang-ulang terkait pentingnya 3M. Sebab, melalui informasicsuara yang disampaikan berulang akan membangkitkan kesadaran dari dalam diri, apa yang baik dan tidak untuk dilakukan.
"Kami tadi malam, teman-teman di radio swasta itu menyampaikan kepada tim kreatifnya, di radio nanti akan menyampaikan itu berulang-ulang (soal 3M), kita bisa hafal karena kita mendengarakan secara berulang," ujar dia.
Dia juga prihatin, sepertinya masyarakat telah melupakan dasar dari penyebaran virus Covid-19, yakni dari pergerakan manusia. Maka dari itu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak wajib dilakukan.
"Padahal penularan Covid-19 ini virus dibawa oleh manusia, kalau manusia bergerak, manusia itu bisa menyebarkan, ini mutlak kita lakukan dalam rangka mengendalikan laju penularan Covid-19," tuturnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
