Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Maret 2020 | 18.42 WIB

Dokter dan Perawat yang Menangani Korona Diusir dari Tempat Tinggalnya

Dua petugas perawat Rumah Sakit Islam Surabaya menggunakan APD sementara dengan plastik untuk menangani pasien ODP maupun PDP Covid-19, kemarin, Senin (23/3/2020).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos - Image

Dua petugas perawat Rumah Sakit Islam Surabaya menggunakan APD sementara dengan plastik untuk menangani pasien ODP maupun PDP Covid-19, kemarin, Senin (23/3/2020).FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

JawaPos.com - Kejadian tak mengenakan terjadi pada Dokter yang menangani pasien positif Korona. Mereka diusir dari lingkungan domisili mereka di Jakarta Timur. Kejadian itu pun telah dilaporkan kepada Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Ketua Umum PPNI Harif Fadhilah mengatakan, penolakan tersebut telah terjadi sejak Minggu (22/3). Kejadianya tidak hanya perawat tapi juga dokter di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan ditolak juga

Akibatnya tenaga medis perawat pasien COVID-19 itu saat ini ditampung sementara di salah satu gedung RSUP Persahabatan sebagai tempat tinggal sementara mereka. Soal dokter yang mendapat perlakuan sama seperti perawat itu, Harif tidak menjelaskan lebih detail.

"Untuk rekan perawat saat ini tinggal di RS dulu," kata Harif, Rabu (25/3) pagi.

Kejadian ini dipastikan baru diketahui terjadi di lingkungan RSUP Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Saya baru mendapatkan laporan di RSUP Persahabatan saja. Domisili mereka tinggal ada di sekitar RSUP Persahabatan, di sekitar Jakarta Timur," katanya.

Penolakan itu dilakukan masyarakat karena merasa khawatir tertular virus Korona (COVID-19). Untuk itu,
PPNI akan mulai melakukan advokasi terhadap nasib tenaga medis yang kini mengalami kesulitan kembali ke kosan serta rumah mereka akibat penolakan tersebut.

Harif juga mengatakan, tindakan masyarakat yang menolak kehadiran dokter maupun perawat COVID-19 adalah tindakan yang berlebihan.

"Justru sebenarnya masyarakat harus merasa beruntung ada perawat tinggal dekat tempat tinggal mereka. Tenaga medis ini lebih tahu karakteristik COVID-19 dibandingkan masyarakat awam," katanya.

Bahkan tenaga medis tersebut bisa menjadi tempat bertanya dan konsultasi terkait bahaya penyakit di lingkungan mereka.

"Kita mendengar ada upaya dari RSUP Persahabatan sedang mencarikan tempat. Sekarang saya coba hubungi PPNI daerah untuk advokasi ini," katanya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore