
Alpokat Pameling asal Malang yang produktivitgasnya cukup tinggi. (Istimewa)
JawaPos.com - Kota Malang kini tak cuma dikenal dengan kota apel. Kota terbesar kedua di provinsi Jawa Timur ini juga menyimpan buah unggulan lain, yakni Alpukat Pameling. Dulu, buah asli dari Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang ini dinamai Alpukat Arjuno. Oleh Bupati Malang diberi nama Pameling. Nama ini menunjukkan harapan warga, agar setiap orang yang telah melihat dan mencicipi kelezatannya akan terus mengingatnya (ter-eling-eling dalam bahasa Jawa).
Kelompok Tani Karya Makmur 2 Desa Wonorejo, Sunyoto mengatakan bahwa alpukat ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan alpukat kebanyakan di Kabupaten Malang. Ukuran buah ini tergolong jumbo, mulai dari 600 gram hingga 2 kg buahnya dengan bentuk buah agak lonjong.
"Daging buahnya tebal, berwarna kuning mentega dan bijinya relatif kecil. Tanaman ini memiliki produktivitas tinggi, mencapai 150-200 kg/pohon," terang Sunyoto penuh semangat.
Keunggulan lain yang dimiliki buah ini adalah berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Tanaman ini, lanjutnya, tidak pernah berhenti berbuah. "Dalam satu pohon ada cabang yang sudah berbuah, ada yang berbuah kecil, bahkan ada yang masih berbunga," tambahnya.
Deretan keunggulannya tersebut, mengantarkan buah ini sebagai juara II kontes buah unggulan nasional yang diselenggarakan dalam rangka PENAS di Aceh pada 2017 yang lalu. Kemudian pada 2019 alpukat Varietas Pameling ini resmi didaftarkan dan dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai alpukat unggulan nasional.
Sunyoto mengaku harga pada panen raya adalah Rp 30 ribu/kg, sedangkan pada saat panennya sedikit harganya mencapai Rp 50-60 rb/kg. Harga buah ini sangat bagus dan menguntungkan bagi petani. Saat ini pemasaran alpukat Pameling baru mencapai daerah Jawa Timur saja dan sudah masuk ke pasar-pasar premium.
Bak gayung bersambut, harapan Sunyoto mewakili petani ditangkap oleh pemerintah pusat. Pada 2020, Ditjen Hortikultura berencana akan mengalokasikan pengembangan kawasan di Kabupaten Malang seluas 100 hektare. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto pada saat ditemui mengungkapkan bahwa alpukat merupakan salah satu komoditas buah berpotensi ekspor. Komoditas ini didorong untuk dapat menembus pasar ekspor karena tinggi permintaan.
Dirjen yang biasa dipanggil Anton ini mengaku hobi makan buah lokal menjelaskan, angka BPS menunjukkan bahwa ekspor alpukat pada 2018 kurang lebih 200 ton dengan nilai Rp 2,4 miliar dan pada 2019 sampai dengan bulan November mengalami peningkatan menjadi lebih dari 230 ton.
"Kami fokus mengembangkan komoditas hortikultura yang berpotensi ekspor karena sejalan dengan program yang digaungkan oleh Menteri Pertanian, yaitu GRATIEKS (Gerakan Peningkatan Ekspor Tiga Kali Lipat) dan alpukat salah satunya. Untuk 2020, kami pilih daerah Jawa Timur dulu sebagai percontohan," terang Anton.
Selain pengembangan kawasan, tamban Anton, akan juga didukung untuk off farm yaitu fasilitasi pasca panen hingga pemasarannya.
"Besar harapan kami untuk Alpukat Pameling dapat dikembangkan secara luas dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan keluar negeri. Kami akan fokus untuk peningkatan produksi dan mutu yang tujuannya adalah ekspor-ekspor dan ekspor terus," tutup Anton optimistis.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
