
Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa. (Istimewa)
JawaPos.com - Aktivis 98, Willy Prakarsa menyambangi istana Kepresidenan di komplek Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta, Selasa (2/7). Kedatangan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) itu untuk bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, belum diketahui apa yang dibahas.
Beredar desas-desus salah satu aktivis 98 bakal mengisi kursi menteri dijajaran pemerintahan Jokowi periode dua terdengar santer. Apalagi kabar tersebut hingga kini tengah ramai diperbincangkan.
Saat dikonfirmasi, perihal kehadirannya ke Istana Kepresidenan, Ketua JARI 98 Willy Prakarsa masih belum ingin memberikan keterangan jelas soal kehadirannya di Istana Kepresiden. Willy hanya sedikit memberi komentar atas dukungannya terhadap Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie yang dinilai layak menduduki kursi Kepala BNP2TKI.
"Nanti kalau sudah waktunya saya pasti memberikan jawaban terkait kehadiran saya ke Istana Kepresidenan. Yang pasti saat ini saya masih mendorong Ronny F Sompie menjabat BNP2TKI. Dan saya menilai kelayakan mantan ketua KPK Antasari Azhar menjadi Jaksa Agung,"terang Willy Prakarsa, Rabu (3/7).
Informasi yang berhasil diperoleh, Willy Prakarsa merupakan salah satu sosok aktivis 98 yang diketahui akhir-akhir ini getol menyerukan rekonsiliasi dua kubu antara kubu Jokowi dan kubu Prabowo.
"Kami akan mengusulkan orang-orang yang memiliki integritas, kapabilitas, humanis, dan memiliki track record publik yang baik agar selaras dapat membantu Presiden RI. tetapi semua kembali pada hak preogatif Presiden," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya siap mengambil keputusan yang dianggap gila demi kemajuan Indonesia. Ini dilakukan karena dirinya sudah tidak punya beban dalam memimpin bangsa ini.
“Saya dalam lima tahun ke depan Insyaallah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi keputusan-keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini, akan kita kerjakan. Lagi karena saya sudah tidak memiliki beban apa-apa,” ucap Jokowi saat menghadiri silaturahmi dan dan halalbihalal Rembuk Nasional Aktivis 98 (RNA 98) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (16/6).
Mulanya, Jokowi mengatakan bahwa semua pihak harus berani mengoreksi reformasi yang sudah berjalan selama 21 tahun, kemudian, Presiden Ketujuh RI tersebut juga menyinggung pentingnya semua elemen bangsa bekerja sama dalam memajukan dan membangun negeri. Selain itu, persatuan dan kerukunan harus terus ditingkatkan.
Jokowi tidak ingin ada lagi isu bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pesta demokrasi, baik tingkat daerah maupun nasional. Mantan Gubernur DKI itu pun meyakini para aktivis 1998 bisa menghindari isu SARA dalam politik.
“Yang berkaitan dengan SARA, sangat berbahaya karena kita sangat majemuk. Beda agama. Saya sangat percaya aktivis 98 mampu mengelola perbedaan-perbedaan itu,” paparnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
