Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Februari 2022 | 19.02 WIB

Nasdem Minta Kemendag Bergerak Cepat Antisipasi Kenaikan Harga Kedelai

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Naiknya harga kedelai membuat pengrajin tahu dan tempe di berbagai daerah kelimpungan. Mereka protes dan mengancam akan melakukan mogok produksi. Untuk mengantisipasi hal itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung meminta kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi naiknya harga kedelai di lapangan.

"Harus diantisipasi dan dilakukan langkah-langkah yang tepat. Kami minta Kemendag dan jajarannya untuk aktif turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan," ujar Martin Manurung kepada wartawan, Sabtu (19/2).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah kenaikan harga karena komoditi kedelainya tidak ada di lapangan atau memang karena harga di globalnya yang mengalami kenaikan. Itu karena mayoritas kedelai berasal dari impor.

"Komoditi ini (kedelai) dicek supply-nya seperti apa? Dicek juga masalahnya apa? Apakah di tingkat petani, di tingkat gudang atau di tingkat importir. Itu yang harus dicek oleh Kemendag," katanya.

Martin menduga barangnya atau kedelainya belum keluar dari gudang, sedangkan permintaan di masyarakat meningkat. Sebab, jika kedelai di lapangan minim sedangkan permintaan meningkat, maka harganya akan naik.

"Masalahnya dimana itu yang harus dijelaskan oleh Kemendag."

Prinsipnya, menurut legislator Partai Nasdem ini, kalau ada hambatan lakukan perbaikan dengan segera dan dibereskan dengan cepat, karena ke depan permintaan kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan. Bukan hanya kedelai, tetapi semua komoditi karena ekonominya memang sedang naik.

Ketua DPP Partai Nasdem ini juga berpesan kepada Kemendag agar yang dicek bukan hanya kedelai, minyak goreng tetapi produk-produk yang lain juga harus dicek karena permintaannya akan menaik sehingga perlu diantisipasi dari sekarang. Jika perlu, ia menyarankan agar melakukan koordinasi antara Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian untuk mencari solusi dari berbagai masalah yang ada.

"Perlu sinkronisasi dengan Kementerian lain. Di sinilah peran Kementerian Koordinator untuk mempertemukan dan sinkronisasi dengan pergadangan, perindustrian dan lainnya," tegasnya.

Seperti diketahui, para perajin tempe dan tahu berencana mogok produksi pada 21-23 Februari 2022. Ketua umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan aksi ini disebabkan naiknya harga kedelai. Kedelai merupakan bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore