Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Februari 2022 | 22.30 WIB

Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Lewat Haji dan Umrah

Penjual saat merapikan barang yang dijual di salah satu toko oleh-oleh haji di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Larangan ibadah haji dan umrah akibat pandemi Covid-19 menyebabkan penjualan souvenir dan oleh-oleh khas Mekkah, pedagang men - Image

Penjual saat merapikan barang yang dijual di salah satu toko oleh-oleh haji di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/7/2021). Larangan ibadah haji dan umrah akibat pandemi Covid-19 menyebabkan penjualan souvenir dan oleh-oleh khas Mekkah, pedagang men

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) bakal mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Rencana ini tengah dibahas bersama antara Ditjen PHU dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Indonesia.

"Ini menjadi visi dan perhatian bersama, bagaimana kita bisa terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan haji dan umrah," ucap Dirjen PHU Hilman Latief, Jumat (18/2).

Hilman mengatakan, ekosistem haji dan umrah merupakan bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat, terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Total nominal dana haji dan umrah juga cukup banyak, sehingga dampaknya untuk rakyat Indonesia harus terlihat.

"Dengan dana haji dan umrah yang tidak sedikit, dampaknya untuk Rakyat Indonesia bagaimana? Berapa banyak UMKM dan hasil petani kita yang bisa diekspor dengan pengiriman konsumsi hasil panen kita ke Arab Saudi contohnya. Kesinambungan itulah yang saat ini pemerintah pikirkan dan rencanakan," jelasnya.

Hilman mengakui bahwa siklus permasalahannya cukup rumit dan yang serius menangani hal ini juga tidak banyak. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus menguatkan visi tersebut, berkoordinasi dengan berbagai pihak.

"Saya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, Kementerian dan Lembaga terkait. Saya akan bertemu Dirjen Perikanan untuk mendampingi para petani dalam melakukan standarisasi hasil ekspor yang sesuai regulasi internasional," tambah dia.

Dirinya pun menanbahkan, visi ini tidak akan berhasil kalau tidak melibatkan banyak pihak. Untuk itu, keseriusan tersebut harus dijalani dengan konsep yang jelas. "Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan lain-lain juga kita perlukan. Keseriusan pemerintah harus dilakukan dengan konsep matang dan tidak lanjut yang berkesinambungan," tandas Hilman.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore