
Wiranto
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengomentari rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan menggelar aksi bela Palestina, Minggu (17/12) luas. Menurut Wiranto, aksi bela Palestina boleh saja dilaksanakan.
"Demonstrasi yang dilakukan itu mendukung kebijakan pemerintah Indonesia," kata Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (15/12).
Penyelenggaraan unjuk rasa memang telah diatur oleh Undang-Undang. Meski demikian, proses penyampaian pendapat di muka umum harus berjalan lancar.
"Boleh-boleh saja, hanya jangan sampai merusak, jangan sampai melanggar hukum, dan menyulut kriminalitas," ungkap Wiranto.
Meski demikian, Wiranto menyarankan agar unjuk rasa dilakukan tidak dengan cara besar-besaran. Cukup dengan mengirimkan perwakilan yang bermutu dan berkualitas. Wiranto menyampaikan, dengan disampaikan secara resmi, sopan, dan baik, akan lebih elegan.
"Lebih terhormat gitu. Sebab, kalau banyak massa, itu kalau kesusupan yang niatnya buruk kan jadi permasalahan. Pengalaman saya yang lalu kan juga banyak menghadapi demonstrasi," tandas Wiranto.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
