
Grafis
JawaPos.com- Realisasi jembatan udara bakal dipercepat. Pada tahap awal, kebijakan untuk memangkas disparitas harga itu dilakukan di Papua. Ada tiga kota di Papua yang diplot untuk menjadi titik start jembatan udara. Yaitu, Timika, Dekai, dan Wamena.
Jembatan udara yang diinisiatori Kementerian Perhubungan nanti memberikan dua jenis pelayanan. Yaitu, angkutan udara perintis kargo dan subsidi angkutan udara kargo. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Baitul Ikhwan menjelaskan, jembatan udara akan melayani angkutan udara perintis kargo yang menghubungkan bandara hub dengan bandara atau lapangan terbang di distrik atau wilayah terpencil.
’’Untuk ini, bisa menggunakan pesawat jenis Twin Otter dengan kapasitas maksimum 1,6 ton atau Grand Caravan kapasitas angkut 1,2 ton atau Pilatus kapasitas maksimum 800 kilogram,’’ tuturnya kepada Jawa Pos.
Jembatan udara, lanjut dia, juga akan memberikan subsidi angkutan udara kargo dengan menggunakan pesawat udara B737-300 dengan kapasitas angkut maksimum 15 ton. Untuk jenis barangnya, secara umum adalah barang pokok dan barang penting. Untuk detailnya, menteri perdaganganlah yang akan mengaturnya.
Ikhwan menyatakan, nanti hanya pesawat milik operator yang menang melalui tender yang beroperasi untuk jembatan udara. ’’Untuk saat ini lelang pelaksanaan angkutan udara perintis kargo di KPA/Bandara Timika, Wamena, dan Dekai serta subsidi angkutan udara kargo di KPA/Bandara Timika masih dalam proses,’’ terangnya.
Jembatan udara itu nanti terintegrasi dengan beberapa lokasi pelabuhan yang terkoneksi dengan program tol laut yang juga sedang dijalankan pemerintah. Dengan begitu, produktivitas angkutan balik dari Indonesia bagian timur ke Indonesia bagian barat menjadi lebih baik. Kesenjangan harga di Papua dengan kawasan Indonesia lainnya memang sangat tinggi. Terutama di kawasan pedalaman.
Harga mahal di kawasan pedalaman memang wajar. Sebab, menurut penduduk sekitar, seluruh kebutuhan harus diangkut dengan pesawat. Belum ada jalur darat yang menembus kawasan tersebut. Selain medan yang berbukit serta jalan yang sebagian besar tanah, wilayah sekitar masih rawan konflik.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
